Trenggalek- Nurdina Desti Saputri, perempuan asal Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, ini membuktikan bahwa semangat untuk belajar dan mandiri bisa membuka peluang baru dalam hidup. Lulus SMK jurusan agribisnis pengolahan hasil pertanian pada 2023 lalu, Desti memutuskan tidak bergantung pada orang tua. Dia berupaya mencari pengalaman kerja sendiri.
Coffe shop terus menjamur di berbagai daerah. Termasuk di Bumi Menak Sopal. Berbagai konsep juga ditawarkan pemilik usaha tersebut untuk menarik konsumen. Mulai racikan kopi, suasana, hingga fasilitas yang memanjakan.
Banyaknya bisnis tersebut juga menyerap tenaga kerja. Salah satunya sebagai barista. Pekerjaan ini ternyata memiliki magnet besar bagi kawula muda. Buktinya, banyak lahir barista muda. Meski muda, racikan kopinya tak kalah juara.
Nah, pascalulus sekolah kejuruhan, Desti justru jatuh cinta dengan dunia kopi. Itu lantaran dirinya menerima tawaran bekerja sebagai barista di salah satu coffe shop. Awalnya, dia hanya berniat untuk mengisi waktu luang sambil mencari pengalaman. Namun, dia menemukan kenyamanan dan kebanggaan menjadi seorang barista.
Kepada Jawa Pos Radar Trenggalek, Desti mengaku grogi ketika awal menjadi barista. Termasuk saat menggunakan peralatan modern untuk menyeduh kopi. Namun, dia terus belajar sampai akhirnya cukup lihai. Dia percaya setiap pekerjaan, meski tampak sederhana, memiliki nilai dan pembelajaran berharga.
“Saya ingin mandiri dan tidak menjadi beban bagi orang tua. Apa pun pekerjaan yang saya lakukan, saya ingin melakukannya dengan baik,” ungkapnya.
Wanita muda itu menceritakan bahwa dirinya juga penikmat kopi. Sejak kecil, minuman berwarna hitam itu sudah akrab di lidahnya. Itu tak lepas lantaran lingkungan keluarga yang juga suka kopi. Meski tidak terlalu ekstrem, tapi minum kopi saat pagi ataupun ketika kumpul bersama saudara cukup menjadi kebiasaan. Hal itulah yang menjadi fondasi kuat dalam profesinya.
Meski pada awalnya kesulitan, tetapi dalam lima bulan berjalan, Desti cukup menguasai menjadi barista. Kedua tangnnya lincah meracik kopi menggunakan peralatan yang ada. Bahkan, dia juga cukup paham permintaan dari pelanggan ketika memesan kopi di kedai tempatnya bekerja.
Dia berharap dapat terus berkembang, baik dalam dunia kopi maupun karier lainnya. Dia juga menginspirasi banyak anak muda untuk berani mencoba hal baru, dengan percaya bahwa setiap langkah kecil adalah bagian dari perjalanan menuju sukses.(bim/c1/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa