Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Beli Jenang dan Pulang Bawa Cerita dari Tulungagung, Makanan Tradisional yang Telah Menjadi Ikon Kuliner Puluhan Tahun

Analisa • Sabtu, 7 Juni 2025 | 20:30 WIB

 

Makanan tradisional jenang telah menjadi ikon kuliner dan oleh-oleh khas Tulungagung sejak puluhan tahun lalu.
Makanan tradisional jenang telah menjadi ikon kuliner dan oleh-oleh khas Tulungagung sejak puluhan tahun lalu.

TULUNGAGUNG- Tulungagung dikenal sebagai daerah dengan berbagai kuliner tradisional yang khas dan melegenda.

Salah satu di antaranya adalah jenang, makanan tradisional yang telah menjadi ikon kuliner dan oleh-oleh khas Tulungagung sejak puluhan tahun lalu.

Banyak lokasi produksi jenang di Tulungagung termasuk di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu.

Di situ tak hanya menyediakan jenang saja, mulai dari wajik, madumongso, hingga jadah pun yang merupakan makanan khas Tulungagung yang diproduksi setiap harinya.

Baca Juga: Tempat Makan Enak Malam Hari di Tulungagung: Surga Kuliner Saat Matahari Terbenam

Jenang ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat lokal yang tetap lestari hingga kini.

Jenang di desa tersebut dikenal karena teksturnya yang lembut, manis, dan kenyal, terbuat dari bahan-bahan alami seperti tepung ketan, santan, dan gula merah.

Cita rasa tradisionalnya membuat jenang ini selalu dirindukan, baik oleh warga lokal maupun para perantau yang kembali ke kampung halaman.

Tak jarang, wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung menjadikan Jenang Lasimun sebagai buah tangan wajib untuk keluarga di rumah.

Baca Juga: Kebiasaan Idul Adha di Tulungagung: Tradisi, Kuliner, dan Kearifan Lokal

Keberadaan jenang ini sudah melegenda dan tetap eksis meski zaman terus berubah.

Produksi jenang masih menggunakan metode tradisional, menjaga keaslian rasa yang menjadi ciri khasnya.

Kemasannya pun semakin modern tanpa menghilangkan nuansa tradisionalnya, menjadikannya lebih praktis dan menarik sebagai oleh-oleh khas daerah.

Menariknya, di belakang lokasi produksi dan penjualan jenang kini hadir sebuah tempat makan dan nongkrong.

Kehadiran angkringan ini memberi warna baru di kawasan tersebut, menjadikannya tidak hanya sebagai pusat kuliner khas, tetapi juga tempat berkumpulnya keluarga dan anak muda. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Jenang #kuliner #legendaris