Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makan Bergizi Gratis Dihina Gagal, Prabowo Ungkap Sudah Jangkau 60 Juta Penerima dan Targetkan 80 Juta

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Senin, 16 Februari 2026 | 15:20 WIB
Program Makan Bergizi Gratis disebut gagal, Prabowo ungkap kini sudah menjangkau 60 juta penerima dan ditargetkan naik jadi 80 juta. Pinterest
Program Makan Bergizi Gratis disebut gagal, Prabowo ungkap kini sudah menjangkau 60 juta penerima dan ditargetkan naik jadi 80 juta. Pinterest

Radar Tulungagung - Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kritik, cibiran, hingga ramalan kegagalan sejak awal peluncuran, pemerintah justru mengklaim capaian signifikan. Hingga hari ini, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan populis, melainkan bagian dari upaya menyelamatkan masa depan bangsa. Ia menyebut sejak menjabat, dirinya menemukan masih banyak kebocoran anggaran dan penghamburan yang harus segera ditertibkan melalui reformasi birokrasi.

“Defisit kita masih di angka 3 persen dari PDB. Saya bertekad sekeras mungkin untuk mengurangi itu. Kita harus berani punya target besar. Bangsa ini tidak boleh menyerah sebelum berjuang,” tegas Prabowo dalam pidatonya.

Pada tiga bulan awal pelaksanaan, program Makan Bergizi Gratis sempat diragukan. Bahkan, tak sedikit pihak yang menyebut program tersebut mustahil berjalan dan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa. Namun, Prabowo memilih menjawab kritik tersebut dengan data dan capaian nyata di lapangan.

Capaian Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Penerima

Prabowo mengungkapkan, laporan resmi dari Badan Gizi Nasional menunjukkan jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis telah mencapai 60.200.000 orang. Angka ini mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya di berbagai daerah.

“Setiap hari kita sudah memberi makan lebih dari 60 juta rakyat. Ini bukan angka kecil,” ujarnya.

Ia bahkan membandingkan capaian tersebut dengan skala internasional. Menurut Prabowo, jumlah penerima Makan Bergizi Gratis setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau sepuluh kali jumlah penduduk Singapura, bahkan dua kali lipat Malaysia.

Ribuan Dapur SPPG Beroperasi di 38 Provinsi

Keberhasilan program Makan Bergizi Gratis juga ditopang oleh infrastruktur dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, tercatat lebih dari 23 ribu dapur SPPG telah beroperasi di 38 provinsi di Indonesia.

Dapur-dapur ini menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi yang diproduksi setiap hari dengan standar gizi nasional. Pemerintah memastikan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi diawasi ketat demi menjamin kualitas.

Prabowo juga mengapresiasi peran Kepolisian Republik Indonesia yang ikut terlibat dalam pengamanan dan pendampingan distribusi program Makan Bergizi Gratis di berbagai wilayah.

Baca Juga: Wajib Rakit Lokal Mobil Listrik 2026, Ini Daftar Model yang Terancam Naik Harga

Target 80 Juta Penerima Manfaat

Meski capaian saat ini sudah besar, Prabowo menyatakan belum puas. Ia menargetkan jumlah penerima Makan Bergizi Gratis bisa menembus 80 juta orang dalam waktu dekat.

“Saya minta semua data direkam secara digital. Saya ingin tiap malam bisa melihat perkembangan. Ini bentuk tanggung jawab saya,” katanya.

Ia juga meminta seluruh kritik dan pernyataan pihak-pihak yang meramalkan kegagalan program Makan Bergizi Gratis untuk didokumentasikan sebagai bagian dari sejarah perjalanan kebijakan tersebut.

Saya Tidak Menghina Bangsa Ini

Menanggapi tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis dianggap menghina martabat bangsa, Prabowo menyampaikan bantahan emosional. Ia menegaskan seluruh hidupnya diabdikan untuk Republik Indonesia.

“Saya dari letnan dua tidak punya apa-apa. Saya siap mati untuk republik. Masa saya mau menghina bangsa sendiri? Sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan dan membangun Indonesia,” ucapnya dengan nada tegas.

Menurut Prabowo, keberanian mengambil keputusan besar seperti Makan Bergizi Gratis adalah bentuk tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap rakyatnya, terutama generasi muda.

Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi Masa Depan

Pemerintah menilai program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan gizi yang cukup, anak-anak diharapkan tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

“Sekarang kita buktikan bersama. Kita tidak menyerah. Kita bangun Indonesia dengan keberanian,” tutup Prabowo.

 

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#MBG #dapur MBG #Prabowo Subianto