JAKARTA - Pemerintah tengah melakukan pemutakhiran menyeluruh terhadap data penerima bantuan sosial (bansos). Proses ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi penerima manfaat melalui pengelompokan tingkat kesejahteraan atau desil. Hasil pemutakhiran diperkirakan dapat diketahui pada akhir tahun.
Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan, pemutakhiran data bansos melibatkan sinkronisasi data dari berbagai lembaga. Salah satunya adalah data terbaru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang kini diverifikasi ulang oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Gus Ipul, proses tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan data kemiskinan yang lebih akurat dan terkini. Pengintegrasian data dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang penyatuan data kemiskinan yang dipusatkan di BPS.
Data Bansos Diverifikasi Ulang
Gus Ipul menyebut BPS sedang melakukan sinkronisasi, validasi, dan verifikasi ulang terhadap data yang akan digunakan pemerintah. Proses itu nantinya dipadukan dengan data terbaru melalui sensus sosial ekonomi yang baru saja selesai.
Baca Juga: Berkendara Malam Hari Jangan Dipaksakan, Ini Cara Jaga Fisik agar Konsentrasi Tetap Optimal
“Sinkronisasi, validasi dan verifikasi ulang. Nah, itu sedang dilakukan oleh BPS,” kata Gus Ipul dalam keterangan yang disampaikan melalui video.
Dia menjelaskan, hasil pemutakhiran tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi penerima manfaat. Pemerintah juga menyiapkan digitalisasi bansos sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan data.
“Mungkin juga nanti di akhir tahun kita akan tahu hasilnya dan dengan begitu kita akan pasti dapat data yang lebih akurat, yang terkini dan ditambah digitalisasi bansos,” ujarnya.
Pemerintah Buka Partisipasi untuk Koreksi Data
Gus Ipul menegaskan, pemerintah terbuka terhadap partisipasi masyarakat dalam proses perbaikan data. Masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan koreksi apabila terdapat perubahan atau ketidaksesuaian dalam data penerima bansos.
Baca Juga: Berkendara Malam Hari, Ini Cara Mengenali Jalan Berisiko agar Tak Terlambat Bereaksi
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan pemutakhiran dilakukan secara terbuka. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki data yang digunakan dalam penyaluran bantuan sosial.
“Pemerintah terbuka sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo untuk kita semua sama-sama menghadirkan data yang lebih akurat,” ujar Gus Ipul.
Dia menambahkan, perubahan data yang terjadi saat ini akan terus diperbarui seiring proses verifikasi dan validasi berlangsung. Pemutakhiran dilakukan agar data yang digunakan pemerintah dapat menyesuaikan kondisi terbaru.
“Kalau ada sekarang ini mungkin perubahan-perubahan itu pasti akan dilakukan pemutakhiran dalam waktu cepat,” katanya.
Gus Ipul menyebut proses pemutakhiran masih berjalan. Pemerintah berharap hasilnya dapat segera terlihat setelah seluruh tahapan sinkronisasi, validasi, dan verifikasi selesai.
“Sekarang sedang berproses, mudah-mudahan bisa segera kita lihat hasilnya,” ujarnya.
Pemutakhiran data bansos menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ketepatan data penerima manfaat. Dengan pengelompokan berdasarkan tingkat kesejahteraan, pemerintah menargetkan data yang digunakan dalam penyaluran bantuan sosial lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.
Editor : Maylanni Diana Fitri