RADAR TULUNGAGUNG - Sinuhun Pakubuwono XIII yang wafat pada Minggu (2/11/2025) akan dimakamkan di kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta pada Rabu (5/11/2025) lusa.
Kompleks ini bukan sekadar makam, melainkan simbol kebesaran, spiritualitas, dan kesinambungan tradisi kerajaan Jawa.
Di sanalah para raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat dimakamkan, terbagi dalam tiga astana (kompleks makam) utama.
Astana Kaswargan Surakarta
Kompleks tertua bagi raja-raja Surakarta ini menjadi tempat persemayaman para penguasa awal yang menegakkan kejayaan Mataram pasca pembagian kerajaan pada abad ke-18.
Di Astana Kaswargan Surakarta, bersemayam tiga raja besar:
1. Sri Susuhunan Pakubuwana III, raja pertama Kasunanan Surakarta yang memindahkan pusat kerajaan dari Kartasura ke Surakarta pada 1745.
2. Sri Susuhunan Pakubuwana IV, dikenal sebagai raja yang mencintai kesusastraan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan Islam dalam lingkungan keraton.
3. Sri Susuhunan Pakubuwana V, yang memerintah pada masa sulit ketika pengaruh kolonial semakin menekan kekuasaan istana.
Ketiganya menjadi fondasi utama berdirinya Kasunanan Surakarta sebagai penerus sah Dinasti Mataram Islam.
Astana Kapingsangan Surakarta
Naik sedikit ke puncak bukit, berdiri Astana Kapingsangan, tempat dimakamkannya empat penerus tahta berikutnya:
1. Sri Susuhunan Pakubuwana VI, dikenal karena keberaniannya menentang dominasi Belanda hingga akhirnya dibuang ke Ambon.
2. Sri Susuhunan Pakubuwana VII, yang berperan menjaga stabilitas politik keraton setelah masa gejolak.
3. Sri Susuhunan Pakubuwana VIII, yang hanya memerintah singkat, namun tetap dihormati sebagai penjaga kesinambungan dinasti.
4. Sri Susuhunan Pakubuwana IX, yang memerintah di masa transisi sosial dan budaya menjelang akhir abad ke-19.
Astana Kapingsangan menjadi saksi pergulatan raja-raja Surakarta antara mempertahankan tradisi leluhur dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Astana Girimulya Surakarta
Kompleks termuda ini berada di bagian atas bukit Imogiri dan menjadi tempat dimakamkannya tiga raja terakhir Kasunanan Surakarta:
1. Sri Susuhunan Pakubuwana X, raja legendaris yang dikenal visioner dan dekat dengan rakyat, bahkan hingga kini dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kebijaksanaan.
2. Sri Susuhunan Pakubuwana XI, yang berkuasa di masa pendudukan Jepang dan masa awal kemerdekaan Indonesia.
3. Sri Susuhunan Pakubuwana XII, raja yang memerintah di masa modern dan menjadi jembatan antara tradisi kerajaan dengan era Republik Indonesia.
Astana Girimulya menjadi puncak perjalanan spiritual para raja Surakarta—tempat di mana nilai-nilai kemuliaan, kesetiaan, dan kebangsawanan berpadu dalam keheningan abadi.
Jejak yang Terus Hidup
Hingga kini, Makam Raja-Raja Imogiri masih ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah.
Setiap tanggal-tanggal penting, terutama bulan Suro dan peringatan jumenengan (kenaikan takhta), kawasan ini menjadi pusat ziarah budaya dan spiritual bagi masyarakat Jawa.
Bagi Kasunanan Surakarta, Imogiri bukan hanya tempat bersemayamnya para leluhur, tetapi juga lambang legitimasi dan kesinambungan kekuasaan.
Dari Kaswargan hingga Girimulya, setiap astana menjadi cermin perjalanan panjang para raja dalam menjaga martabat Mataram dan kebudayaan Jawa yang luhur. ****
Editor : Dharaka R. Perdana