Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asal Usul Nama Kelurahan Kedungsoko Tulungagung, Jejak Tragis Pangeran Majapahit?

Hendra Novias • Selasa, 6 Mei 2025 | 18:50 WIB

Kantor Kelurahan Kedungsoko menjadi pusat pemerintahan daerah ini. (HENDRA NOVIAS/RADAR TULUNGAGUNG)
Kantor Kelurahan Kedungsoko menjadi pusat pemerintahan daerah ini. (HENDRA NOVIAS/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Bayangkan begini, di tengah ramainya Tulungagung yang kita kenal sekarang, tersembunyi sebuah cerita lama, sebuah kenangan yang tertanam dalam nama sebuah desa: Kedungsoko.

Kalau kita bertanya-tanya, "Eh, kenapa ya namanya Kedungsoko?", jawabannya membawa kita ke masa Tulungagung pada masa lampau, jauh sebelum kita lahir, bahkan sebelum banyak bangunan berdiri di sana.

Baca Juga: Bersih Desa, Tradisi Budaya Khas Tulungagung yang Tetap Lestari di Era Modern

Mencari tahu asal usul nama Kelurahan Kedungsoko di Tulungagung membawa kita pada sebuah kisah tragis yang terukir dalam sejarah lokal dan Babad Tulungagung.

Nama unik Kedungsoko ternyata menyimpan cerita mendalam tentang seorang tokoh penting dari era Majapahit, yaitu Pangeran Suka.

Baca Juga: Penyangga Utama Pusat Kota Tulungagung, Berikut Besaran Dana Desa 2025 19 Desa di Kedungwaru

Nama desa Kedungsoko di Tulungagung berasal dari sebuah peristiwa tragis yang melibatkan Pangeran Suka dari Majapahit.

Menurut cerita rakyat Tulungagung yang diwariskan dari generasi ke generasi, pada masa lampau, Pangeran Suka terlibat dalam sebuah pengejaran sengit terhadap Kyai Besari.

Baca Juga: Desa Ngunut Tulungagung Dapat Dana Desa Tertinggi, Berikut Potensi Desa di Desa Ngunut

Dalam upayanya untuk menangkap atau menghadapi Kyai Besari, takdir berkata lain. Pangeran Suka mengalami kecelakaan nahas.

Dia terperosok dan meninggal di sebuah kedung, yang dalam bahasa Jawa berarti jurang atau bagian sungai yang dalam.

Baca Juga: Program Sambang Desa, Penguatan Desa di Desa Tanjungsari

Peristiwa memilukan ini kemudian diabadikan dalam nama tempat tersebut. Masyarakat setempat, untuk mengenang kepergian Pangeran Suka dan tragedi yang terjadi di sana, sepakat menamai wilayah itu Kedungsoko.

Secara harfiah, arti nama Kedungsoko dapat diartikan sebagai "kedung (jurang) tempat Soko (nama lain dari Pangeran Suka atau merujuk pada peristiwanya)".

Hingga kini, nama Kelurahan Kedungsoko tetap lestari dan menjadi pengingat akan kisah tragis tersebut. Kedungsoko saat ini merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung.

Selain menyimpan cerita sejarah yang menarik, daerah Kedungsoko Tulungagung juga dikenal sebagai salah satu sentra penghasil belimbing yang terkenal di Tulungagung.

Dengan demikian, Kedungsoko tidak hanya memiliki nilai sejarah namun juga potensi agrikultural yang membanggakan bagi Kabupaten Tulungagung.

Desa Kedungsoko sendiri kini merupakan sebuah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Daerah ini juga dikenal sebagai sentra penghasil belimbing di Tulungagung.

Sampai sekarang, nama Kedungsoko tetap ada, menjadi bagian dari Kelurahan Tulungagung.

Setiap kali kita mendengar nama itu, tanpa sadar kita diingatkan pada cerita Pangeran Suka dan kedung yang menjadi saksi bisu kepergiannya.

Menariknya, Kedungsoko yang menyimpan kisah sedih ini justru dikenal juga dengan hal yang manis dan segar: buah belimbingnya yang terkenal di seluruh Tulungagung.

Jadi, di balik nama yang menyimpan jejak sejarah, Kedungsoko kini tumbuh menjadi tempat yang produktif dan membawa kebanggaan bagi Tulungagung. Sebuah perpaduan yang unik, bukan? ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Kedungsoko #majapahit #tulungagung