Radar Tulungagung - Lahir di Jember pada 20 September 1999, Megawati Hangesti Pertiwi atau yang akrab disapa Megatron merupakan atlit voli putri yang telah malang melintang di kancah internasional.
Dengan postur tubuh ideal tinggi 185 cm dan berat 65 kg, Megawati selalu tampil luar biasa saat bermain pada posisi opposite spiker.
Mengawali karir sejak berusia 14 tahun, Megawati telah memulai karir profesionalnya dengan Surabaya Bank Jatim di Livoli Divisi Utama tahun 2015.
Baca Juga: Pulang Kampung ke Trenggalek, Ternyata Megawati Punya Darah Kampak
Ketika awal karirnya dimulai, Megawati berhasil menampilkan gaya bermain yang apik sehingga dapat berkarir di berbagai klub voli putri profesional.
Klub voli putri seperti Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Supreme Chonburi.E Tech asal Thailand, Ha Phu Thanh Hoa asal Vietnam, dan Daejeon Red Spark asal Korea Selatan pernah meminjam bakat atlit yang ternyata memiliki darah keturunan dari Trenggalek.
Best Server di Asean Grand Prix 2019 dan MVP di Proliga Indonesia 2024, menjadi prestasi mentereng bagi atlit voli putri berusia 26 tahun tersebut.
Baca Juga: Timnas Indonesia Disanksi Rp 400 Juta Gegara Suporter Diskriminatif saat Melawan Bahrain
Tak hanya itu, Megawati juga berhasil membawa Timnas voli putri meraih mendali perak pada Sea Games 2017.
Kini Megawati memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Daejeon Red Spark pada April 2025.
Dimana dia lebih memilih untuk lebih dekat dengan keluarganya di Indonesia, salah satunya dengan berkunjung ke Trenggalek di kediaman nenek Megawati.
Baca Juga: Temukan Rute Terbaik, Mana Saja Rekomendasi Tempat Joging di Tulungagung?
Atlit voli Megawati Hangesti Pertiwi tengah menikmati masa liburannya di kediaman orang tua ibunya yang berada di Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Trenggalek.
Tepatnya di timur Masjid Baitul Muttaqin, Dusun Kedungrowo, atlit voli yang pernah bermain di klub Red Spark asal Korea Selatan ini nampak berswafoto dengan warga setempat.
Siapa sangka atlit yang telah malang melintang di dunia ini memiliki darah asal Kecamatan Kampak, Trenggalek yang mengalir di dalam dirinya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz