Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sulit Tembus Benteng Pertahanan Lebanon, Timnas Indonesia Hanya Meraih Hasil Imbang di FIFA Match Day

Andhika Dwi Pangestu • Selasa, 9 September 2025 | 19:00 WIB

Timnas Indonesia vs lebanon Berakhir Imbang Tanpa Gol, Garuda Masih Sulit Cetak Gol (instagram/timnas indonesia
Timnas Indonesia vs lebanon Berakhir Imbang Tanpa Gol, Garuda Masih Sulit Cetak Gol (instagram/timnas indonesia

RADAR TULUNGAGUNG – Timnas Indonesia vs Lebanon bermain imbang tanpa gol dalam pertandingan persahabatan FIFA Match Day yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Senin, (8/9/2025).

Meskipun mendominasi jalannya pertandingan, Timnas Indonesia masih belum mampu membobol gawang Timnas Lebanon di babak pertama maupun hingga akhir laga.

Pertandingan Indonesia vs Lebanon ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Patrick Kluivert dan para pemainnya menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.

Timnas Indonesia, di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert, menampilkan tim yang berbeda dari skuad yang meraih kemenangan telak 6-0 atas Taiwan sebelumnya. Dengan hanya kiper Emil Audero dan pemain sayap Yakob Sayuri yang dipertahankan sebagai starter.

Baca Juga: Kemenangan Timnas Indonesia U23 Atas Korea Selatan Harga Mati, Imbang atau Kalah Otomatis Tersingkir

Sejak menit pertama, Timnas Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan.

Namun, dominasi ini tidak serta merta menghasilkan peluang berbahaya yang mampu mengancam gawang lawan.

Lini belakang Lebanon tampil sangat disiplin dan solid, berhasil menghalau berbagai upaya serangan dari skuad Garuda sepanjang 45 menit pertama.

Miliano Jonathans (pemain FC Utrecht) dan Mauro Zijlstra, yang sebelumnya menjalani debut sebagai pemain pengganti saat melawan Taiwan, kali ini tampil sebagai starter.

Baca Juga: Pulang Nonton Timnas di Surabaya, Pelajar Tulungagung Tewas Usai Tabrak Jembatan di Ngantru

Keduanya diharapkan menjadi motor serangan, terutama Jonathans yang bermain di posisi sayap kanan.

Miliano Jonathans memainkan peran penting dengan beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya ke depan gawang, namun rekan-rekannya belum mampu memanfaatkannya menjadi gol.

Mauro Zijlstra sempat kesulitan menjangkau bola-bola operan Jonathans di kotak penalti.

Yakob Sayuri juga berulang kali mengancam pertahanan Lebanon dari sayap kanan, sementara Ricky Kambuaya juga merepotkan lawan hingga dilanggar dua kali dalam 15 menit awal karena pergerakannya yang mengancam saat melancarkan serangan.

Sebuah peluang keras dari Stefano Lilipaly pada menit ke-35 melayang di atas gawang, sementara sundulan Zijlstra dua menit kemudian masih lemah dan tidak tepat sasaran.

Pertandingan sempat memanas di menit ke-26, ketika pemain Lebanon, Hussein Sharafeddine, melakukan pelanggaran keras terhadap Miliano Jonathans.

Insiden ini memicu friksi dan ketegangan di lapangan, dengan Kevin Diks sempat terlibat dorong-mendorong dengan pemain Lebanon.

Beruntung, dia hanya mendapatkan peringatan dari wasit. Hingga peluit tanda istirahat babak pertama berbunyi, skor tetap 0-0, dengan serangan Garuda masih buntu

Baca Juga: Mikel Merino Cetak Hat Trick, Spanyol Lumat Turki 6-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona eropa

Memasuki babak kedua, Lebanon mencoba keluar dari tekanan dan memberikan ancaman lebih serius.

Dua menit setelah istirahat, Karim Darwich melepaskan tembakan ke arah gawang yang berhasil diredam dengan sigap oleh kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.

Indonesia membalas dengan beberapa peluang, diawali tendangan spekulasi Kevin Diks yang masih melayang di atas gawang.

Baca Juga: Kemenangan Timnas Indonesia U23 Atas Korea Selatan Harga Mati, Imbang atau Kalah Otomatis Tersingkir

Pada menit ke-57, dua peluang beruntun tercipta. Mauro Zijlstra gagal menyambut umpan silang dari Dean James, dan bola liar kemudian disambar Stefano Lilipaly dengan tendangan yang juga melayang di atas gawang Mostafa Matar.

Melihat kebuntuan di lini serang, Patrick Kluivert melakukan penyegaran besar-besaran di menit ke-59 dengan empat pergantian pemain sekaligus.

Mauro Zijlstra, Calvin Verdonk, Stefano Lilipaly, dan Ricky Kambuaya ditarik keluar, digantikan oleh Adrian Wibowo, Eliano Reijnders, Marselino Ferdinan, dan Thom Haye.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Siap Ladeni Macau U-23 Demi Tiket Piala Asia, Berikut Statistik Kedua Tim Ini

Adrian Wibowo, pemain dari Los Angeles FC, membuat debutnya berseragam Garuda dalam laga ini, yang tentunya menjadi momen penting dalam kariernya.

Pergantian pemain ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali serangan dan mencari solusi guna memecah kebuntuan, memperkenalkan energi baru di lini tengah dan depan.

Peluang kembali didapat Indonesia pada menit ke-75, saat Miliano Jonathans mencoba melepaskan tembakan dari sisi kiri, namun bolanya masih melayang di atas gawang Lebanon.

Meskipun terus menekan, pertahanan kokoh Lebanon dan kurangnya ketajaman di lini serang membuat upaya Garuda belum membuahkan hasil.

Indonesia terus mengurung Lebanon hingga menit ke-80, sementara lawan hanya menunggu kesempatan serangan balik yang mudah dipatahkan oleh Jay Idzes dan Kevin Diks di lini belakang.

Pada menit ke-84, Miliano Jonathans digantikan oleh Ramadhan Sananta. Sananta sempat mendapat peluang pada menit ke-86 melalui sundulan menyambut umpan silang Adrian Wibowo.

Pada tambahan waktu babak kedua, tepatnya menit ke-98, sempat terjadi kericuhan kecil setelah Marselino Ferdinan menendang bola keluar lapangan saat pemain Lebanon akan melakukan lemparan ke dalam.

Baca Juga: Timnas Surfing Tancap Gas di Awal ISA World Games El Salvador

Insiden ini menyebabkan dorong-mendorong antara Thom Haye yang membela Marselino dan pemain lawan.

Hingga akhir pertandingan yang berlangsung selama 100 menit, tidak ada gol yang tercipta, dan skor 0-0 tetap bertahan.

Dari segi statistik pertandingan, Indonesia mencatatkan total sepuluh tembakan sepanjang laga.

Namun, sayangnya, dari seluruh upaya tersebut, tidak ada satu pun tembakan yang berhasil mengarah tepat ke gawang (on target), menunjukkan masalah ketajaman finishing yang krusial. 

Baca Juga: Pratama Arhan Resmi Bercerai dengan Azizah Salsha, Warganet Ramai Soroti Isu Orang Ketiga dan Masa Depan Sang Bek Timnas

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengungkapkan perasaannya usai laga, menyatakan bahwa timnya sedikit tidak beruntung.

Jay Idzes menegaskan bahwa meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan, mentalitas dan semangat juang tim sudah sangat baik.

"Tensinya sangat bagus, kami punya mentalitas yang oke sejak awal," kata Idzes, seraya menambahkan bahwa laga ini adalah persiapan terakhir sebelum dua pertandingan penentuan di bulan Oktober.

Ia juga mengapresiasi pertahanan Lebanon yang dinilainya tidak mudah ditembus, mengakui bahwa lawan berjuang keras di hadapan puluhan ribu penonton.

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, akan menjadikan performa ini sebagai bahan evaluasi penting untuk mempersiapkan tim menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Uji coba ini memberikan gambaran jelas tentang area yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal penyelesaian akhir, mengingat tantangan berat yang menanti.

Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Arab Saudi dan Irak di Grup B pada Oktober mendatang, di mana mereka harus menjadi juara grup untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#fifa match day #gelora bung tomo #indonesia vs lebanon #surabaya