RADAR TULUNGAGUNG - Laga krusial Timnas Indonesia melawan Arab Saudi di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang disebut sebagai "180 menit yang menentukan" akan dipimpin oleh wasit asal Kuwait, Ahmad Al-Ali.
Penunjukan Ahmad Al-Ali ini sempat memicu reaksi dan protes dari PSSI kepada AFC karena kekhawatiran akan netralitas wasit yang berasal dari kawasan Timur Tengah, sama seperti Arab Saudi.
Meskipun ada keberatan dari publik dan PSSI, AFC menolak permintaan penggantian dan menegaskan bahwa Ahmad Al-Ali adalah salah satu wasit elit berlisensi FIFA dengan pengalaman panjang di kompetisi internasional.
Timnas Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi dua pertandingan paling penting di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Baca Juga: Drama Patah Tulang dan Kemenangan Rookie Fermin Aldeguer Warnai Gelaran MotoGP Mandalika 2025
Perjuangan tim besutan Patrick Kluivert ini diawali dengan pertemuan melawan Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Tiga hari setelahnya, Skuad Garuda dijadwalkan melanjutkan perjuangan melawan Irak.
Namun, sebelum pertandingan krusial kontra Arab Saudi ini dimulai, kabar kurang menyenangkan datang ke kubu Garuda terkait penunjukan wasit.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan bahwa laga panas tersebut akan dipegang oleh Ahmad Al-Ali, wasit asal Kuwait yang dikenal memiliki gaya kepemimpinan tegas dan keras di lapangan.
Kekhawatiran terhadap ketidaknetralan wasit memang beralasan, mengingat Kuwait dan Arab Saudi sama-sama berasal dari Timur Tengah atau satu kawasan yang sama. Publik Indonesia menyoroti potensi bias regional yang mungkin timbul dari penunjukan tersebut.
Baca Juga: Papaya Rules McLaren Kembali Mendapat Ujian: Norris Senggol Piastri dalam F1 Singapura
PSSI pun sempat mengajukan permintaan resmi kepada AFC agar meninjau ulang dan mengganti pemimpin pertandingan ini.
Menanggapi protes yang muncul, AFC tetap pada keputusannya. AFC secara resmi menyatakan bahwa Ahmad Al-Ali adalah wasit yang diakui dan memiliki lisensi FIFA sejak tahun 2016.
AFC memastikan bahwa penunjukan ini didasarkan murni pada profesionalisme dan kinerja Al-Ali, bukan karena pertimbangan regional. "Ahmad Al-Ali adalah wasit dengan lisensi FIFA dan pengalaman panjang di kompetisi AFC," demikian pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Kinerja dan Reputasi Internasional Ahmad Al-Ali
Sebagai salah satu pengadil lapangan yang berpengalaman di Asia, Ahmad Al-Ali kerap dipercaya memimpin turnamen bergengsi, termasuk Piala Asia, Gulf Cup, Kualifikasi Piala Dunia, serta AFC Champions League di level klub Asia.
Reputasinya sebagai wasit yang tegas didukung oleh catatan statistik yang mencolok.
Dalam rekam jejak karier internasionalnya di level antarnegara, Al-Ali tercatat sudah memimpin 21 pertandingan, di mana ia telah mengeluarkan total 57 kartu kuning, 6 kartu merah, dan memberikan 7 penalti.
Angka ini menunjukkan bahwa Al-Ali adalah tipe wasit yang tidak ragu mengambil keputusan keras, dengan rata-rata pemberian lebih dari dua kartu kuning per pertandingan.
Namun, sumber lain memberikan data yang lebih luas, mencatat bahwa selama kariernya, Al-Ali telah memimpin lebih dari 50 pertandingan internasional.
Dari jumlah tersebut, ia telah mengeluarkan 188 kartu kuning, 9 kartu merah, dan memberikan 14 penalti. Catatan yang substansial ini semakin memperkuat pandangan mengenai gaya kepemimpinannya yang sangat disiplin di lapangan.
Dengan reputasi kepemimpinan yang demikian, laga antara Timnas Indonesia dan Arab Saudi diprediksi akan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Pemain yang bersikap emosional atau melayangkan protes berlebihan sangat berisiko mudah mendapatkan hukuman, mulai dari kartu kuning hingga kartu merah.
Rekam Jejak Kontroversial dengan Timnas Indonesia
Bagi Timnas Indonesia, Ahmad Al-Ali memang bukan wajah baru yang asing. Wasit asal Kuwait ini tercatat pernah memimpin pertandingan yang melibatkan Timnas Garuda di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Baca Juga: Dua Tim Esports Indonesia Siap Berlaga di Puncak Dunia Free Fire: Menuju FFWS Global Final 2025
Laga tersebut adalah saat Indonesia menghadapi Vietnam pada 7 Juni 2021 silam, yang berakhir dengan kekalahan telak 0-4 bagi Skuad Garuda yang saat itu masih di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong.
Pertandingan tersebut menyisakan catatan kontroversial, terutama pada momen gol pertama Vietnam.
Pemain Timnas Indonesia mengajukan protes keras karena menduga gol tersebut diawali oleh handball yang dilakukan oleh pemain Vietnam, Tien Linh. Meskipun demikian, Ahmad Al-Ali bersikukuh untuk mengesahkan gol tersebut.
Tak hanya itu, Al-Ali justru memberikan kartu kuning kepada kiper Timnas Garuda, Nadeo Argawinata, karena dianggap melakukan protes yang berlebihan atau keras terhadap keputusannya.
Baca Juga: Jadwal Pekan Ke-8 BRI Super League Resmi Digeser ke Akhir Tahun 2025, Demi Dukungan ke Timnas Garuda
Secara keseluruhan, dalam pertandingan tersebut, Al-Ali mengeluarkan tujuh kartu kuning. Enam kartu kuning di antaranya diberikan kepada pemain Timnas Garuda menurut satu sumber, sementara sumber lain mencatat lima kartu kuning diberikan kepada pemain Indonesia.
Catatan disiplin yang kurang baik ini menjadi peringatan keras bagi skuad Garuda untuk menjaga fokus dan bermain lebih disiplin serta menghindari pelanggaran yang tidak perlu saat menghadapi Arab Saudi.
Catatan Positif untuk Timnas Indonesia Melawan Arab Saudi
Menariknya, catatan rekam jejak Ahmad Al-Ali saat memimpin pertandingan yang melibatkan Timnas Arab Saudi justru memberikan secercah peluang bagi Indonesia. Al-Ali tercatat telah memimpin tiga pertandingan yang melibatkan Arab Saudi.
Dari ketiga pertandingan tersebut, tercatat Timnas Arab Saudi hanya mampu meraih satu kali kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kekalahan (menurut), atau satu kali kemenangan, satu kali imbang, dan dua kali kalah (menurut).
Kemenangan Arab Saudi diraih saat melawan Qatar dengan skor 1-0 di Gulf Cup 2019. Hasil imbang terjadi ketika Arab Saudi menghadapi Jepang dalam babak Kualifikasi Piala Dunia pada Maret 2025. Sementara itu, kekalahan (2-3) dialami saat bertemu Bahrain di Gulf Cup 2024.
Fakta yang paling signifikan adalah catatan tersebut menjadikan Al-Ali sebagai wasit yang belum pernah memimpin kemenangan Timnas Arab Saudi di ajang resmi Kualifikasi Piala Dunia.
Catatan ini dinilai bisa menjadi faktor psikologis tersendiri yang mungkin memengaruhi mental tuan rumah menjelang laga melawan Indonesia. Sebaliknya, bagi skuad Garuda, fakta ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum positif untuk mencuri poin.
Gaya kepemimpinan tegas wasit asal Kuwait ini akan menjadi penentu ritme permainan. Jika Arab Saudi tampil agresif dan emosional di kandang sendiri, potensi pelanggaran dan kartu bisa menjadi bumerang bagi mereka.
Sebaliknya, jika Timnas Indonesia mampu bermain sabar, menjaga tempo permainan, dan menahan diri dari protes berlebihan, peluang untuk meraih poin di Jeddah tetap terbuka lebar.
Dengan seluruh catatan dan rekam jejak Ahmad Al-Ali, Timnas Indonesia dituntut untuk fokus penuh pada permainan dan kedisiplinan agar tidak terperangkap dalam jebakan kartu yang bisa merusak strategi yang telah disusun. ****
Editor : Dharaka R. Perdana