JAKARTA – Gaung Megawati Hangestri Proliga 2026 kian menggema setelah aksi heroiknya membawa Jakarta Pertamina Enduro melakukan comeback epik atas Jakarta Elektrik PLN Mobile.
Bukan hanya publik Indonesia yang dibuat terpukau, legenda hidup voli dunia asal Korea Selatan, Kim Yeon-kong, juga ikut angkat bicara dan memberikan pujian tinggi kepada pevoli kebanggaan Indonesia itu.
Laga pembuka Proliga 2026 di sektor putri yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Jumat (9/1/2026), menyajikan drama lima set.
Pertamina Enduro yang sempat tertinggal dua set lebih dulu akhirnya membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Elektrik PLN Mobile dengan skor 25-32, 25-22, 25-22, 25-17, dan 15-9.
Di balik kemenangan dramatis tersebut, nama Megawati Hangestri Proliga 2026 tampil sebagai aktor utama yang mengubah arah pertandingan.
Megawati mencatatkan 20 poin dalam laga tersebut. Meski bukan pencetak angka terbanyak karena Yana Sherban menyumbang 23 poin dan Wilma Salas 12 poin peran Mega di momen-momen krusial dinilai jauh lebih menentukan.
Saat Pertamina berada di ujung tanduk di set ketiga, servis ace, blok, dan spike kerasnya sukses membangkitkan moral tim.
Kim Yeon-kong Ikut Angkat Bicara
Performa Megawati itu ternyata juga dipantau dari jauh oleh Kim Yeon-kong, ikon voli Korea Selatan yang pernah satu klub dengan Megawati di Red Sparks.
Dalam sebuah sesi media di Korea, Kim mengaku sama sekali tidak terkejut melihat Mega menjadi penentu kemenangan Pertamina Enduro.
“Saya melihat cuplikan penampilan Mega yang sangat mengagumkan di laga itu. Sebenarnya saya sama sekali tidak kaget jika Mega berhasil membawa timnya menang,” ujar Kim.
Menurut Kim, masalah utama Pertamina di dua set awal bukan pada kualitas individu, melainkan karena adaptasi tim yang belum sepenuhnya padu.
Namun ia menilai reaksi Megawati saat tim berada dalam tekanan menjadi pembeda terbesar.
“Yang saya perhatikan adalah bagaimana Mega bereaksi saat timnya tertekan.
Dia memberi semangat luar biasa untuk seluruh timnya. Itulah kelebihan Mega, kepemimpinan di lapangan,” tegas Kim.
Lebih dari Sekadar Mesin Poin
Kim Yeon-kong menilai Megawati Hangestri Proliga 2026 kini telah berevolusi.
Mega bukan lagi sekadar mesin poin, melainkan ikon yang mampu mengangkat mental satu tim.
“Membalikkan keadaan dari 0-2 menjadi 3-2 itu fantastis. Mega adalah faktor besar di balik kemenangan itu. Dia hadir bukan hanya sebagai pemain, tapi sebagai ikon yang mengangkat mental rekan-rekannya,” ujar Kim.
Efek psikologis Megawati juga dirasakan oleh lawan. Kim menyebut kehadiran Mega membuat tim lawan segan dan tidak berani memandang remeh Jakarta Pertamina Enduro.
“Dia punya aura bintang yang jarang dimiliki pemain lain di Asia,” tambahnya.
Direkomendasikan Kembali ke Liga Korea
Pernyataan paling mengejutkan datang ketika Kim membicarakan masa depan Megawati.
Melihat performa yang terus meningkat, Kim secara terbuka menyebut Mega layak kembali menjadi rebutan klub-klub besar Korea Selatan.
“Dengan kualitas yang dia tunjukkan, saya yakin Mega akan jadi incaran tim-tim besar Korea lagi jika dia memutuskan kembali. Bahkan saya pribadi akan merekomendasikan tim saya untuk merekrutnya,” ungkap Kim.
Bagi Megawati, pujian dari legenda dunia tentu menjadi suntikan kepercayaan diri.
Namun ia tetap merendah. Usai laga, Mega menegaskan kemenangan tersebut adalah hasil kerja kolektif.
“Kami belum tampil sempurna, tapi semua pemain menjalankan tanggung jawabnya. Kami sempat tertekan, tapi saya bilang ke teman-teman untuk tidak menyerah sampai bola benar-benar menyentuh lantai,” katanya.
Modal Besar Sang Juara Bertahan
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Jakarta Pertamina Enduro yang berstatus juara bertahan.
Dengan mental baja yang ditunjukkan di Pontianak, tim asuhan Bulen Karslioglu mengirim sinyal kuat bahwa mereka siap kembali bersaing di papan atas Proliga 2026.
Setelah euforia comeback dramatis, Pertamina Enduro dijadwalkan terbang ke Medan untuk menghadapi Jakarta Livin Mandiri pada 16 Januari dan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia pada 18 Januari.
Publik kini menanti apakah magis Megawati akan terus berlanjut.
Dengan pengakuan dari Kim Yeon-kong, Megawati Hangestri Proliga 2026 tak lagi sekadar bintang lokal.
Ia kini berdiri sebagai figur global yang sedang memimpin kebangkitan Jakarta Pertamina Enduro di panggung voli Indonesia.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh