RADAR TULUNGAGUNG - Kompetisi bola voli profesional paling bergengsi di Indonesia, Proliga 2026 resmi dibuka di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (8/1).
Pembukaan Proliga 2026 ini menandai kembalinya Kota Pontianak sebagai tuan rumah ajang nasional yang selalu menyedot perhatian publik pencinta olahraga voli Tanah Air.
Pembukaan Proliga 2026 resmi dibuka secara simbolis dengan kehadiran jajaran Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.
Ajang ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, menegaskan bahwa keputusan Proliga 2026 resmi dibuka di Pontianak bukan tanpa alasan.
Menurutnya, Kalimantan Barat telah beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah berkat dukungan penuh pemerintah daerah, kesiapan infrastruktur, serta antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap olahraga voli.
Pontianak Dinilai Layak Jadi Tuan Rumah Proliga
Imam Sudjarwo menyampaikan bahwa GOR Terpadu A. Yani Pontianak merupakan salah satu fasilitas olahraga terbaik di Kalimantan yang telah memenuhi standar penyelenggaraan event nasional bahkan internasional.
Ia menyebut, tidak semua provinsi di Indonesia memiliki fasilitas olahraga sekelas ini.
Pengurus pusat PBVSI pun memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang dinilai memiliki komitmen besar dalam mendukung kemajuan olahraga voli.
Menurut Imam, tanpa kemauan dan semangat kuat dari pemerintah daerah, sulit bagi sebuah daerah menjadi tuan rumah kompetisi sekelas Proliga.
Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan tersebut, PBVSI memilih Pontianak sebagai lokasi pembukaan Proliga 2026. Ke depan, PBVSI juga membuka peluang Kalimantan Barat menjadi tuan rumah ajang voli berskala internasional.
Gubernur Kalbar Ajak Warga Sukseskan Proliga 2026
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Proliga 2026.
Ia berharap masyarakat dapat memberikan kesan baik bagi seluruh atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia.
Gubernur juga mengimbau warga Pontianak dan sekitarnya untuk datang langsung ke GOR Terpadu A. Yani dan menyaksikan pertandingan Proliga 2026.
Menariknya, masyarakat dapat masuk secara gratis dengan syarat berbelanja produk UMKM senilai Rp50 ribu di area yang telah disediakan.
Kebijakan ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat.
Dengan begitu, Proliga 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Harapan Lahirnya Atlet Voli Berprestasi dari Kalbar
Lebih jauh, Gubernur Kalbar berharap penyelenggaraan Proliga 2026 di Pontianak mampu menjadi pemicu lahirnya atlet-atlet voli berprestasi dari Kalimantan Barat.
Dengan seringnya daerah menjadi tuan rumah kompetisi besar, generasi muda diharapkan semakin termotivasi untuk menekuni olahraga voli secara serius.
Menurutnya, kehadiran atlet-atlet nasional dan asing dalam Proliga 2026 dapat menjadi inspirasi sekaligus sarana pembelajaran bagi atlet lokal.
Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga melalui penyediaan fasilitas dan event kompetitif.
Proliga 2026 Jadi Momentum Promosi Daerah
Selain aspek olahraga dan ekonomi, Proliga 2026 juga menjadi ajang promosi daerah Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Ribuan penonton dan sorotan media nasional diharapkan dapat memperkenalkan Pontianak sebagai kota yang ramah, aman, dan layak menjadi tuan rumah event besar.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, PBVSI, serta antusiasme masyarakat, Proliga 2026 di Pontianak diharapkan berjalan sukses dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula