BANDUNG – Buntut laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta pada pekan terakhir putaran pertama BRI Super League 2025–2026 terus berlanjut. Tak hanya berakhir dengan kekalahan 0-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persija kini harus menerima pukulan lanjutan berupa sanksi resmi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang membuat situasi tim kian sulit jelang putaran kedua.
Melalui pengumuman resmi klub, Persija Jakarta mengonfirmasi bahwa dua pemainnya dijatuhi hukuman akibat insiden yang terjadi dalam laga klasik tersebut. Sanksi ini membuat Macan Kemayoran terancam krisis pemain pada laga-laga awal putaran kedua.
Pemain pertama yang dijatuhi hukuman adalah Fan Basti Sosa. Gelandang asal Brasil itu dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 setelah melakukan gestur tidak pantas berupa acungan jari tengah ke arah tribun usai pertandingan melawan Persib Bandung. Insiden tersebut terjadi saat pemain menuju ruang ganti.
Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain selama dua pertandingan serta denda sebesar Rp75 juta. Hukuman ini menambah masalah Persija karena Sosa sebelumnya juga tengah mengalami cedera robek ligamen bahu yang membuatnya harus menepi cukup lama.
Selain Sosa, Bruno Tubarao juga menerima sanksi tambahan di luar kartu merah yang ia dapatkan di lapangan. Pemain asal Brasil itu dinilai melakukan pelanggaran serius dengan menginjak kaki Beckham Putra Nugraha. Atas tindakan tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain dua pertandingan tambahan serta denda Rp10 juta.
Kedua sanksi tersebut membuat daftar pemain absen Persija semakin panjang. Sebelumnya, Fabio Calonego dan Rio Maumura masih harus menjalani hukuman dari Komdis PSSI akibat laga melawan Semen Padang FC pada 22 Desember 2025. Situasi makin rumit setelah Hanif Syahbandi dipastikan absen karena cedera tulang rawan lutut yang mengharuskannya menjalani operasi.
Dengan kondisi tersebut, Persija Jakarta menghadapi laga pekan ke-18 melawan Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (23/1/2026), dalam situasi krisis pemain. Padahal, Persija menutup putaran pertama di posisi ketiga klasemen dengan selisih poin yang masih membuka peluang juara.
Di sisi lain, situasi kontras justru terjadi di kubu Persib Bandung. Maung Bandung menutup putaran pertama sebagai juara paruh musim dengan 38 poin, unggul tipis atas Borneo FC. Bek Persib, Alveandra Dewangga, menyambut putaran kedua dengan optimisme tinggi.
Bagi Dewangga, kemenangan atas Persija bukan sekadar hasil tiga poin, melainkan pijakan penting menuju target besar musim ini. “Kami ingin juara lagi dan mencetak sejarah tiga kali juara berturut-turut di Indonesia,” tegas Dewangga.
Ia juga menanggapi rumor kedatangan pemain baru pada paruh musim, termasuk nama-nama asing yang dikaitkan dengan Persib. Dewangga berharap siapapun pemain yang datang bisa cepat beradaptasi dengan tim. “Persiapan khusus pasti ada. Kami ikuti arahan pelatih dan berharap pemain baru bisa menyatu dengan cepat,” ujarnya.
Namun di tengah euforia Persib, muncul satu kabar yang berpotensi mengecewakan Bobotoh. Transfer Joey Pelupessy terancam gagal setelah Dewa United dilaporkan masuk dalam perburuan tanda tangan gelandang timnas Indonesia tersebut. Klub berjuluk Tangsel Warrior disebut siap mengajukan tawaran finansial lebih tinggi, mengulang skenario pembajakan transfer seperti kasus Alexis Messidoro sebelumnya.
Sementara itu, kabar paling mencuri perhatian datang dari Eropa. Mantan bek Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa, dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Persib Bandung. Pemain berusia 33 tahun itu disebut menyepakati kontrak berdurasi enam bulan hingga akhir musim dan akan segera tiba di Indonesia.
Jurnalis Prancis Sebastian Denis menyebut Kurzawa berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Boavista dan melihat Persib sebagai klub dengan struktur solid serta ambisi besar, baik di level domestik maupun Asia. Kehadiran Kurzawa diproyeksikan menjadi tambahan pengalaman penting bagi Persib dalam perburuan gelar dan persaingan di AFC Champions League 2.
Editor : Natasha Eka Safrina