Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Krisis Striker Persebaya Surabaya Jelang Lawan Bayangkara FC, Tapi Bernardo Tavares & Gali Freitas Bikin Green Force Tetap Mengerikan

Anggi Septiani • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:30 WIB
Krisis Striker Persebaya Surabaya Jelang Lawan Bayangkara FC, Tapi Bernardo Tavares & Gali Freitas Bikin Green Force Tetap Mengerikan
Krisis Striker Persebaya Surabaya Jelang Lawan Bayangkara FC, Tapi Bernardo Tavares & Gali Freitas Bikin Green Force Tetap Mengerikan

TULUNGAGUNG - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat menjelang pertandingan pekan ke-21 BRI Super League. Tim berjuluk Bajul Ijo harus berjuang dalam krisis striker setelah tiga pemain inti, Mihailo Perovic, Bruno Paraiba, dan Malik Risaldi, belum bisa dimainkan karena cedera. Laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Sabtu malam menjadi momen krusial bagi Persebaya untuk mempertahankan tren positifnya.

Situasi ini membuat stok pemain di lini depan sangat terbatas. Bahkan opsi cadangan nyaris tidak tersedia untuk mengisi posisi penyerang murni. Pelatih Bernardo Tavares pun memutar strategi dengan mengandalkan pemain sayap Bruno Moreira dan Gali Freitas sebagai motor serangan. Meski demikian, performa tim tetap stabil, terbukti dari catatan tak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir. Tren positif itu membuat Persebaya nyaman di posisi kelima klasemen sementara, dengan koleksi 35 poin.

Efektivitas lini depan tetap menjadi fokus utama. Tanpa ujung tombak andalan, kreativitas lini tengah dan pergerakan sayap menjadi senjata utama membongkar pertahanan lawan. Kabar baiknya, sejumlah pemain lini tengah dan sayap sudah pulih dari cedera sehingga variasi serangan dapat lebih maksimal. Laga melawan Bayangkara FC diprediksi sengit karena Persebaya tidak hanya ingin mempertahankan rekor tak terkalahkan, tetapi juga menargetkan poin penuh demi peluang juara.

Krisis striker menjadi ujian kedalaman skuad, tapi Persebaya justru menunjukan karakter kuat. Pada pekan ke-20, Bernardo Tavares dinobatkan sebagai pelatih terbaik setelah membawa tim menang 3-1 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Kemenangan tersebut istimewa karena diraih meski beberapa pemain kunci seperti Bruno Moreira dan Milos Raikovic absen. Mental bertanding yang tinggi menjadi kunci utama keberhasilan ini, kata Tavares.

Proses pembangunan karakter tim menjadi fokus utama pelatih asal Portugal itu. Mental, disiplin, dan filosofi permainan diterapkan secara konsisten, sehingga meski dalam kondisi tidak ideal, Green Force tetap mampu bermain agresif dan efektif. Konsistensi performa menjadi target utama agar Persebaya terus berkembang sepanjang musim, bukan sekadar mengincar hasil instan.

Pemain sayap Gali Freitas langsung mencuri perhatian suporter setelah tampil impresif saat mengalahkan Bali United. Dia memberikan assist untuk gol Risto Mitrevski pada menit ke-73 dan selalu mengancam pertahanan lawan. Statistik menunjukkan Gali melepaskan dua tendangan tepat sasaran selama 90 menit bermain.

Pesan dari Gali kepada Bonek juga menguatkan semangat suporter: kemenangan melawan Bali United harus menjadi motivasi untuk laga berikutnya melawan Bayangkara FC. Kemampuan sayap kanan ini akan menjadi kunci bagi Persebaya dalam membangun serangan tanpa kehadiran striker utama.

Meski menghadapi krisis striker, Persebaya Surabaya menunjukkan konsistensi dan kesiapan bersaing di papan atas. Kemenangan, strategi Tavares, serta kontribusi pemain muda seperti Gali Freitas membuat Green Force semakin solid. Suporter di Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim untuk tetap agresif di sisa musim.

Kedalaman skuad diuji, namun kombinasi mental baja, strategi matang, dan karakter bermain yang kuat membuat Persebaya Surabaya menjadi tim yang patut diperhitungkan. Laga melawan Bayangkara FC menjadi momentum penting bagi Bajul Ijo untuk membuktikan kapasitasnya sebagai kandidat juara BRI Super League.

Dengan fokus pada proses, konsistensi performa, dan sentuhan tangan dingin Tavares, Persebaya Surabaya tetap menunjukkan identitas baru: solid, berani, dan efektif di setiap pertandingan. Krisis striker bukan hambatan, melainkan tantangan yang harus diatasi demi menjaga asa juara di Super League musim ini.

 

Editor : Anggi Septiani
#Bernardo Tavares #BRI Super League #gali freitas #persebaya surabaya #krisis striker