Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rencana Besar Ivar Jenner Terancam Gagal, FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Era John Heitinga

Izahra Nurrafidah • Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:35 WIB
Rencana Besar Ivar Jenner Terancam Gagal, FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Era John Heitinga
Rencana Besar Ivar Jenner Terancam Gagal, FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Era John Heitinga

TULUNGAGUNG- Rencana besar Ivar Jenner menjadikan Liga Indonesia sebagai batu loncatan karier kini berada di persimpangan jalan. Di tengah sorotan publik terhadap kiprahnya bersama Dewa United, perhatian pecinta sepak bola nasional juga tertuju pada FIFA Series 2026 yang akan menjadi ajang pembuktian Timnas Indonesia di hadapan suporter sendiri

Keputusan Ivar Jenner berlabuh ke Dewa United sempat memicu pro dan kontra. Gelandang kelahiran Utrecht itu memilih kontrak jangka pendek, hanya hingga 30 Juni 2026. Artinya, Ivar hanya memiliki waktu sekitar empat bulan untuk menunjukkan kualitasnya sebelum kembali berburu klub di liga yang lebih kompetitif di luar negeri.

Durasi singkat tersebut menguatkan spekulasi bahwa Dewa United hanyalah pijakan sementara. Target akhir Ivar Jenner adalah kembali berkiprah di luar negeri bersama klub yang memiliki reputasi dan level persaingan lebih tinggi dibanding kompetisi domestik.

Namun, rencana itu menyimpan risiko besar. Performa yang tidak konsisten dan minim menit bermain bisa menjadi bumerang. Situasi ini sebelumnya dialami kompatriotnya yang lebih dulu datang ke Liga Indonesia, tetapi gagal mencuri perhatian klub luar negeri akibat performa yang naik turun.

Hingga pekan ke-20 Liga Indonesia, ancaman itu masih nyata. Jika tidak mampu tampil maksimal secara konsisten, Ivar Jenner berpotensi mengakhiri musim tanpa tawaran konkret dari klub luar negeri. Realita ini membuat rencana besarnya terancam kandas di tengah jalan.

Nasib Timnas Malaysia Lebih Ngenes dari Skuad Garuda

Di level internasional, dinamika sepak bola Asia Tenggara juga menghadirkan cerita kontras. Indonesia dan Malaysia dipastikan tidak ambil bagian dalam ASEAN Games 2026 cabang sepak bola putra. Keputusan ini muncul setelah Jepang selaku tuan rumah menetapkan regulasi ketat, hanya 16 tim peserta yang berasal dari ajang Piala Asia U-23 2026.

Karena gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026, Indonesia dan Malaysia otomatis tersingkir dari daftar kontestan. AFC tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi karena regulasi sepenuhnya menjadi hak tuan rumah.

Meski sama-sama absen, nasib Malaysia dinilai lebih menyedihkan. Pada 2023, Harimau Malaya memilih tidak berpartisipasi di Asian Games demi fokus ke Piala Asia U-23 2024. Ironisnya, Malaysia justru terpuruk di turnamen tersebut dengan finis sebagai juru kunci, menelan tiga kekalahan dan hanya mencetak satu gol.

Sebaliknya, Indonesia kala itu sukses menembus semifinal Asian Games 2023 di Hangzhou, China, dan mengakhiri turnamen di peringkat keempat. Meski prestasi tersebut tidak terulang, keputusan Indonesia untuk tetap berpartisipasi dinilai lebih rasional dibanding Malaysia yang kini dua kali absen dengan hasil yang mengecewakan.

FIFA Series 2026, Panggung Awal Era John Heitinga

Antusiasme publik sepak bola Tanah Air dipastikan memuncak pada akhir Maret mendatang. FIFA Series 2026 akan digelar megah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dengan Timnas Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Turnamen dua tahunan besutan FIFA ini mempertemukan negara dari konfederasi berbeda. Pada edisi kali ini, Indonesia akan menjamu tiga negara tamu: Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), serta Saint Kitts and Nevis (CONCACAF).

Ajang ini menjadi sangat spesial karena menandai debut resmi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Heitinga. Turnamen ini akan menjadi panggung pertama bagi Heitinga untuk menguji racikan strategi menghadapi gaya bermain lintas konfederasi.

Dengan format babak gugur, mulai dari semifinal hingga final, FIFA Series 2026 bukan sekadar laga uji coba. Ini adalah ujian awal kesiapan Timnas Indonesia untuk bersaing di level internasional.

Ilias Alhaf Bersinar, Opsi Naturalisasi Menguat

Sorotan lain datang dari ajang ACL 2 babak 16 besar. Duel Bangkok United kontra Macarthur FC mempertemukan dua pemain keturunan yang kerap dikaitkan dengan Timnas Indonesia: Ilias Alhaf dan Luke Fikri.

Bangkok United menang 2-0, dengan Ilias Alhaf mencetak gol indah pada menit ke-37. Ia kini telah mengoleksi tiga gol dari enam laga. Sementara Luke Fikri, meski masuk dari bangku cadangan, tetap mencatatkan performa solid dengan dua gol dan dua assist dari lima pertandingan.

Performa keduanya berpotensi menjadi bahan pertimbangan bagi John Heitinga untuk proyek naturalisasi. Dengan agenda besar seperti FIFA Series 2026 dan Piala AFF, opsi pemain berkualitas menjadi kebutuhan mendesak.

Menarik dinantikan, apakah era baru Timnas Indonesia akan benar-benar dimulai dari turnamen ini.

Editor : Izahra Nurrafidah
#Timnas Indonesia #naturalisasi Timnas Indonesia #John Heitinga #Ivar Jenner #FIFA series 2026