Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Meski Persib Bandung Gugur dari ACL 2, Rekor Angker GBLA Tetap Terjaga! Ratchaburi FC Dipaksa Tumbang di Hadapan Ribuan Bobotoh

Krisna Pambudi • Jumat, 20 Februari 2026 | 11:10 WIB
Persib Bandung menang melawan Ratchaburi FC dengan skor 1-0. (Sumber: Antara News)
Persib Bandung menang melawan Ratchaburi FC dengan skor 1-0. (Sumber: Antara News)

RADAR TULUNGAGUNG - Persib Bandung memang harus mengakhiri perjalanan di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) pada babak 16 besar.

Namun di balik kegagalan tersebut, Persib Bandung tetap menyisakan satu catatan penting: Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masih menjadi markas angker bagi tim tamu Asia.

Meski Persib Bandung gugur dari ACL 2 karena kalah agregat dari Ratchaburi FC, Maung Bandung tetap berhasil memenangkan laga leg kedua di hadapan puluhan ribu Bobotoh.

Atmosfer GBLA kembali membuktikan reputasinya sebagai stadion yang sulit ditaklukkan.

Sekitar 38 ribu suporter memadati tribun sejak awal pertandingan, menciptakan tekanan luar biasa bagi tim tamu.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi para pemain Persib yang langsung tampil menyerang sejak menit awal.

GBLA Tetap Sulit Ditaklukkan Tim Tamu

Pelatih Bojan Hodak sebelumnya sudah menegaskan kepercayaan dirinya terhadap kekuatan kandang.

Ia menyebut Persib memiliki rekor impresif tanpa kekalahan di GBLA dalam berbagai kompetisi.

Keyakinan itu terbukti di atas lapangan.

Sejak babak pertama, Persib tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Skema permainan yang fleksibel membuat tekanan terus mengalir ke pertahanan lawan.

Beberapa peluang berbahaya tercipta melalui kombinasi lini tengah dan pergerakan sayap.

Bahkan sejumlah tembakan memaksa kiper Ratchaburi bekerja ekstra keras untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Kemenangan tipis di kandang menjadi bukti bahwa GBLA tetap menjadi tempat yang sulit bagi lawan, bahkan bagi klub yang sudah unggul agregat sekalipun.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Momentum Persib sempat berubah menjelang akhir babak pertama ketika striker William Barros menerima kartu merah langsung.

Keputusan tersebut menuai banyak perdebatan karena dinilai terlalu keras oleh sejumlah pengamat.

Bermain dengan 10 pemain jelas bukan situasi ideal. Namun menariknya, justru dalam kondisi tersebut semangat juang Persib semakin terlihat.

Alih-alih bertahan total, Maung Bandung tetap menyerang.

Statistik menunjukkan Persib tetap mampu menciptakan lebih banyak peluang dibanding lawan.

Tekanan demi tekanan membuat Ratchaburi terpaksa bermain sangat defensif sepanjang babak kedua.

Masuknya pemain berpengalaman seperti Layvin Kurzawa juga memberi variasi serangan baru.

Bek kiri asal Prancis itu beberapa kali membantu penetrasi hingga hampir mencetak gol lewat sundulan.

Bobotoh Jadi Faktor Pembeda

Salah satu kekuatan terbesar Persib di GBLA tetaplah dukungan suporter.

Nyanyian Bobotoh tidak berhenti meski tim datang dengan misi berat mengejar defisit gol. Bahkan ketika bermain dengan 10 pemain, atmosfer stadion justru semakin menggema.

Baca Juga: Umuh Muchtar Ngamuk Jelang Persib vs Ratchaburi di AFC Champions League 2, Minta Maung Bandung Kesurupan Demi Comeback 4 Gol di GBLA !

Tekanan psikologis terlihat jelas dari raut pemain lawan yang beberapa kali tampak frustrasi menghadapi intensitas permainan dan suara tribun.

GBLA kembali menunjukkan reputasinya sebagai stadion dengan atmosfer paling intimidatif di Indonesia.

Namun di sisi lain, euforia tersebut sempat berujung insiden. Setelah pertandingan berakhir, sejumlah suporter turun ke lapangan sebagai bentuk luapan emosi.

Aksi tersebut disayangkan banyak pihak karena berpotensi menghadirkan sanksi tambahan dari AFC jika dianggap melanggar regulasi keamanan pertandingan.

Fighting Spirit yang Jadi Modal Asia

Meski Persib Bandung gugur dari ACL 2, performa di leg kedua memberikan pesan kuat bahwa klub Indonesia mampu bersaing di level Asia.

Bermain dengan 10 pemain, tetap menyerang hingga menit akhir, serta mempertahankan rekor kandang tanpa kekalahan menjadi bukti mentalitas tim.

GBLA sekali lagi menjadi benteng terakhir yang sulit ditembus.

Kegagalan melaju ke babak berikutnya memang menyisakan kekecewaan.

Namun kemenangan di kandang menunjukkan bahwa Maung Bandung memiliki fondasi kuat untuk kembali tampil lebih kompetitif pada kompetisi Asia selanjutnya.

Editor : Krisna Pambudi
#bojan hodak #persib bandung #ratchaburi fc #acl 2 #GBLA angker