Trenggalek - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memberikan pernyataan sikap tegas atas terbuktinya pelanggaran kode etik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek sebagai penyelenggara pemilu. Pasalnya, kedua organisasi masyarakat (ormas) tersebut mendesak agar KPU Trenggalek me-reshuffle jabatan teradu I Nurani sebagai anggota KPU Trenggalek dan teradu II Gembong Derita Hadi selaku Ketua KPU Trenggalek yang diduga tidak profesional dan lalai dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Dampak dari kelalaian itu menyebabkan terjadinya kebocoran data pribadi milik para calon anggota panitia pemungutan suara (PPS) yang akan mereset akun Siakba. "Kami menilai bahwa ketua dan anggota KPU Trenggalek tidak layak lagi mempertahankan jabatannya. Maka, reshuffle jabatan yang diemban Gembong Derita Hadi dan Nurani itu harga mutlak," ungkap Ketua DPC GMNI Trenggalek, Mochamad Sodiq Fauzi.
Sodiq mengaku, GMNI Trenggalek sudah dua kali memberikan catatan buruk atas kinerja KPU Trenggalek selama mengawal dinamika demokrasi di Indonesia. Pelanggaran kode etik yang dilakukan KPU Trenggalek belakangan ini tergolong fatal karena lalai dalam menjaga data pribadi para calon PPS. "Dalam hal ini, KPU telah gagal menjalankan tugas-tugasnya. Kami berharap agar dua teradu mundur atas kesadarannya sendiri," katanya.
Hal tak jauh beda ditambahkan Mandataris Ketua PC PMII Trenggalek, Masjudin. Dia menambahkan, penyelenggara pemilu harus berintegritas dan profesional. Namun, ketika penyelenggara pemilu ini cacat, maka tidak selayaknya dapat dijalankan. Judin mengakui bahwa kebocoran data pribadi itu belum begitu fatal hingga mengakibatkan penyalahgunaan. Namun, ketika melihat dari sudut pandang data pribadi yang diunggah ke media sosial dan dapat diakses publik, maka tak menutup kemungkinan itu dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Harapan PMII dari problematika ini, pemilu khususnya KPU di Trenggalek dapat berjalan sesuai tusi dan kewajiban pemilu. Maka, reshuffle ini penting," imbuhnya.
Di sisi lain, teradu I selaku anggota KPU Trenggalek, Nurani, tidak merespon saat dihubungi wartawan Jawa Pos Radar Trenggalek. Teradu II Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi hanya membalas dengan emotikon dalam menanggapi pernyataan sikap GMNI dan PMII. (tra/c1/jaz) Editor : Aburizal Sulthon Hakim