TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus lebih siaga lagi dalam menanggulangi bencana kekeringan yang kini melanda. Pasalnya, jumlah warga Trenggalek yang terdampak kekeringan diprediksi bakal terus meluas setiap harinya.
Hal ini terjadi lantaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini bakal lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, puncak kemarau termasuk di Trenggalek diprediksi akan terjadi pada bulan ini sehingga dimungkinkan tidak akan turun hujan dalam satu bulan ini.
“Dengan kondisi seperti itu, kami akan selalu siap siaga atas dampak kekeringan yang terjadi ini,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek St. Triadi Atmono.
Dia melanjutkan, BPBD Trenggalek memprediksi kekeringan saat ini bakal meluas di 66 desa tersebar di seluruh kecamatan wilayah Trenggalek. Jumlah tersebut mengacu pada data bencana kekeringan yang terjadi tahun 2019 lalu.
Untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi, BPBD Trenggalek akan melakukan sejumlah langkah di 66 desa tersebut. “Salah satu langkah antisipasi yang kami lakukan di 66 desa itu akan dibangun sumur bor,” katanya.
Untuk itu, saat ini BPBD Trenggalek telah mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk pembangunan sumur bor tersebut.
Saat ini, kekeringan yang terjadi di Trenggalek telah menjalar di 15 desa di tujuh kecamatan. Desa-desa tersebut telah dilakukan dropping air bersih setiap hari. BPBD juga telah mengajukan permintaan bantuan air bersih ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Dengan siklus musim kemarau yang terjadi saat ini, BPBD mengimbau kepada masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan air bersih untuk segera melapor ke BPBD Trenggalek melalui perangkat desa masing-masing.
Nantinya, perangkat desa tersebut atas nama pemerintah desa (pemdes) dengan mengetahui pemerintah kecamatan setempat melayangkan surat permintaan pengiriman air bersih ke BPBD.
“Jika surat telah masuk, pastinya kami akan langsung menindaklanjuti. Dengan begitu, dropping air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan bisa merata,” jelas pria yang juga dipercaya sebagai Plt Kepala Satpol PPK Trenggalek ini. (jaz/c1)
Editor : Didin Cahya Firmansyah