Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polres Trenggalek Kerahkan 5.811 Personel Gabungan Antisipasi Kerawanan Pemilu 2024  

Zaki Jazai • Rabu, 18 Oktober 2023 | 18:00 WIB

 

TUGAS: Personel gabungan ketika memperagakan simulasi sispamkota untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Pemilu 2024 mendatang.
TUGAS: Personel gabungan ketika memperagakan simulasi sispamkota untuk mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Pemilu 2024 mendatang.

 

 

 

TRENGGALEK- Ratusan massa melakukan unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek lantaran tidak puas akan hasil pemilu yang telah dilaksanakan.

Aksi kericuhan terjadi lantaran massa tetap ngotot untuk masuk ke dalam kantor KPU. Ya, itulah yang terjadi ketika dilakukan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Mapolres Trenggalek Rabu  (17/10/2023).

Dalam pelaksanaanya, skenario simulasi disusun seperti kondisi yang sesungguhnya. Itu agar semua petugas yang terlibat mengetahui tugas dan tanggung jawabnya untuk mengantisipasi kerawanan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang.

Sebab, Pemilu 2024 memiliki kompleksitas tersendiri karena dilaksanakan secara serentak dengan rentang waktu yang berdekatan, wilayah yang luas, geografis yang beragam, serta melibatkan jumlah pemilih yang besar.

“Karena itu untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, kami akan melakukan operasi selama 222 hari mulai 19 Oktober (besok, Red) dengan melibatkan lintas sektor seperti TNI, instansi terkait, dan mitra kamtibmas lainnya,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono.

Dia melanjutkan, saat ini perlu dilakukan deteksi dini guna mencegah terjadinya hal tersebut. Deteksi dini yang dilakukan adalah kemungkinan adanya pengerahan massa tertentu, adanya kampanye hitam, hingga ada provokasi yang mengakibatkan perselisihan di media sosial (medsos).

“Itu langkah antisipasi, dan untuk pemetaan daerah konflik masih kami dalami,” katanya.

Untuk itu, dalam pengamanan nantinya, jumlah total personel yang dilibatkan mencapai 5.811 lebih personel gabungan. Mereka terdiri dari Polri sekitar 600 personel, TNI 217 pasukan, satpol PP 90 orang, dan linmas 4.642 orang.

Keseluruhan personel tersebut merupakan 2/3 perkuatan dari masing-masing instansi. Dari jajaran polres Trenggalek sendiri, personel yang terlibat terbagi dalam beberapa satuan tugas (satgas) antara lain satgas preemtif, preventif, kamseltibcar lantas, gakkum, humas, dan banops yang terdiri dari anggota di polres dan polsek.

“Karena itu, kami melakukan simulasi pengamanan secara detail sehingga masing-masing personel betul-betul memahami apa yang harus dilakukan dan bertanggung jawab kepada siapa ketika pelaksanaan pemilu nanti,” jelas AKBP Gathut. (jaz/c1)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#polres trenggalek #AKBP Gathut Bowo Supriyono #trenggalek #pemilu 2024