Trenggalek- Bumi Menak Sopal dilanda banjir, Senin (16/12). Ini lantaran hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (15/12) sekitar pukul 18.00 hingga tengah malam. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi itu, membuat debit air Sungai Ngasinan bertambah, hingga akhirnya meluap.
Informasi yang berhasil dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, sebanyak sembilan desa di tiga kecamatan terdampak banjir genangan. Di Kecamatan Trenggalek, meliputi Kelurahan Tamanan, Kelutan, dan Desa Sambirejo. Di Kecamatan Karangan, meliputi Desa Salamrejo, Sumberingin, dan Buluagung. Sedangkan di Kecamatan Pogalan meliputi Desa Ngadirenggo, Bendorejo, dan Pogalan. Banjir juga melumpuhkan sejumlah layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Salah satu wilayah terdampak paling parah yakni Kelurahan Kelurahan Kelutan. Di sana, ketinggian air antara 70 sentimeter hingga hingga 1,5 meter. “Sebanyak 2.200 warga Kelurahan Kelutan terdampak banjir,” ungkap Lurah Kelutan, Pamuji Rochmad.
Dia mengatakan, banjir juga menyebabkan terganggunya aktivitas pelayanan publik. Beberapa di antaranya, satu puskesmas pembantu (pustu), dua sekolah dasar, dua pondok pesantren, dan kantor pelayanan desa tidak dapat beroperasi. Kerusakan tanggul Sungai Ngasinan menjadi salah satu penyebab utama banjir.
“Tanggul Sungai Ngasinan jebol setelah diterjang hujan dengan intensitas tinggi. Banjir akan surut jika debit sungai turun, karena elevasi antara daratan dan sungai mencapai dua meter,” paparnya.
Rumah pribadi Sekda Trenggalek Edy Soepriyanto juga tak luput dari banjir. Air masuk ke dalam rumah sejak pukul 23.00. “Air mulai masuk itu pokoknya setelah sepak bola (timnas Indonesia vs Vietnam, Red). Baru surut sekitar pukul 02.00, setelah itu mengepel,” ungkapnya.
Kepala BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, mengatakan, pihaknya dan tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan bencana semaksimal mungkin. Salah satunya, membersihkan bambu dan ori yang menyumbat drainase di Jembatan Punjung, Kelurahan Kelutan. Satu unit ekskavator dikerahkan.
“Semalam (Minggu, 15/12, Red) ori menyumbat saluran drainase. Hari ini (kemarin, Red) kita bersihkan, sehingga diharapkan aliran air kembali lancar (tidak tersumbat, Red),” katanya.
Dia melanjutkan, dapur umum telah didirikan oleh Dinas Sosial Trenggalek untuk membantu masyarakat terdampak. “Dinsos telah menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mengingat banyak perabotan warga yang terendam banjir,” tandasnya.
Sore kemarin, genangan banjir mulai surut. Meski begitu, tim BPBD terus memantau kondisi sungai ngasinan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras masih tinggi di wilayah tersebut. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa