TULUNGAGUNG – Sering kali saat memasuki musim penghujan, beberapa wilayah di Kabupaten Tulungagung dilanda bencana banjir.
Fenomena itu menjadi salah satu perhatian dari Pemkab Tulungagung. Karena itu, beberapa sungai dilakukan normalisasi guna menghadapi musim penghujan yang akan datang.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Agus Sulistiono membeberkan, pada tahun ini ada 40 paket kegiatan yang diluncurkan dalam bidang sumber daya air (SDA).
Mulai dari pekerjaan revitalisasi beberapa sungai, rehabilitasi tanggul sungai, normalisasi saluran pembuangan, hingga rehabilitasi jaringan irigasi.
Dari 40 paket kegiatan tersebut, 20 di antaranya sudah rampung dan sisanya dalam proses pekerjaan.
Dari pengalaman banjir tahun sebelumnya, yang menjadi faktor utama adalah banyaknya sedimen yang menumpuk di sungai sehingga menyebabkan air hujan masuk ke permukiman warga ataupun sawah.
Dengan pembangunan yang dilakukan itu, dia memastikan seluruh saluran irigasi sudah siap sehingga potensi banjir bisa dikurangi.
“Kita ada beberapa kegiatan untuk mengantisipasi musim hujan yang sebentar lagi mungkin terjadi. Salah satunya adalah sedimen sungai dikeruk itu,” jelasnya.
Dia mengatakan, pembangunan bidang SDA menyebar di beberapa wilayah Kecamatan Tulungagung. Utamanya pada daerah yang memiliki potensi banjir lebih tinggi.
Pembangunan itu menyebar mulai dari Kecamatan Boyolangu, Karangrejo, Pakel, Kalidawir, Besuki, Kedungwaru, Bandung, sampai Kecamatan Campurdarat.
“Jadi tidak hanya di kawasan selatan saja yang menjadi langganan banjir, tapi kecamatan lainnya juga ada pembangunan SDA-nya. Baik itu revitalisasi sungai atau pekerjaan lainnya, yang intinya mengurangi sedimen pada sungai,” papar Agus, sapaan akrab pria tersebut.
Salah satu warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, Laifia mengaku cukup resah ketika musim penghujan akan datang. Karena, kawasan rumahnya menjadi langganan banjir ketika hujan turun di kawasan Besole dan sekitarnya.
“Tahun kemarin itu beberapa kali terkena banjir. Intinya kalau ada hujan deras dan lama itu sini mesti banjir. Biasanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk surut,” jelasnya.
Dia berharap pemerintah bisa memberikan solusi terkait masalah tahunan di Besole itu. Entah dengan rehabilitasi sungai ataupun pembangunan kawasan penangkap air. Dengan begitu, masyarakat tidak usah khawatir lagi jika rumahnya terkena banjir saat musim penghujan tiba. (ziz/c1/rka)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra