RADAR TULUNGAGUNG – Malam yang seharusnya menjadi perjalanan pulang berubah menjadi tragedi memilukan bagi Triono (30), pedagang bakso keliling warga asal Desa Pakisaji, Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Pria tersebut ditemukan tewas setelah terseret arus deras akibat banjir bandang di Dusun Papar, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir selasa (18/2) malam.
Kepala Dusun Papar Desa Kalibatur, Lukman Basuki mengungkapkan korban terakhir kali terlihat sekitar selasa malam sekitaran pukul 21.00 WIB di jalur utama dekat perkebunan Pantai Sine.
Hujan deras yang mengguyur menyebabkan sungai di kawasan itu meluap, menjadikan jalan utama yang biasa dilewati korban sangat berbahaya.
“Ia masih sempat mengirim pesan kepada istrinya pukul 20.00 WIB. Namun, setelah itu tidak ada kabar lagi,” ujar Lukman.
Keesokan paginya, pihak keluarga dan warga mulai mencari korban.
Pencarian dimulai dari titik awal korban terakhir terlihat di jalur Pantai Sine.
Sekitar 500 meter dari jembatan Desa Kalibatur, warga menemukan gerobak bakso korban tersangkut di bebatuan bantaran sungai.
Motor korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi gerobak, semakin memperjelas kemungkinan bahwa korban terseret arus deras sungai yang meluap.
Pencarian terus dilakukan oleh warga, pemerintah desa, dan aparat kepolisian.
Upaya ini akhirnya membuahkan hasil ketika seorang pemancing di tebing JLS melihat jasad mengapung di tengah laut. Sekitar tiga kilometer dari lokasi penemuan gerobak.
Pemancing tersebut segera merekam penemuan tersebut dan melaporkannya ke aparat desa.
Dengan bantuan nelayan dan tim kepolisian, jasad korban berhasil dievakuasi menggunakan speedboat.
Setelah diperiksa oleh tim Inafis Polres Tulungagung, jenazah dipastikan merupakan pedagang bakso yang hilang sejak malam sebelumnya.
Peristiwa tragis ini diduga kuat terjadi akibat penyempitan gorong-gorong yang amblas karena sering dilalui kendaraan bermuatan berat.
Hal ini menyebabkan aliran air sungai tersendat dan meluap ke jalan, meningkatkan risiko kecelakaan fatal.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Kami juga meminta dinas terkait segera bertindak agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kondisi infrastruktur yang mem bahayakan,” tutur Lukman.
Saat ini, pemerintah desa dan Forkopimcam Kalidawir telah berkoordinasi untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban serta mengevaluasi infrastruktur yang berisiko di wilayah tersebut.
Warga setempat juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur rawan bencana, terutama saat hujan deras mengguyur.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya perbaikan infrastruktur serta kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem.
"Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali," tutup Lukman. ***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri