RADAR TULUNGAGUNG - Hujan deras disertai dengan angin kencang yang terjadi di Tulungagung sepekan terakhir cukup berdampak.
Badan Penanggulnan Bendana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat ratusan rumah mengalami kerusakan ringan sampai berat akibat kondisi alam yang buruk tersebut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma menyebut total ada 116 rumah yang mengalami kerusakan akibat hujan dan angin kencang pada periode tanggal 10-14 Maret.
Terbanyak terjadi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol.
“Paling banyak ada di Desa Tambakrejo, ada 93 rumah yang terdampak hujan dan angin kencang,” ungkap Gilang.
Selain Desa Tambakrejo, ada tiga desa lainnya yang juga terdampak.
Yakni Desa Bendiljati Kulon Kecamatan Sumbergempol dengan 13 rumah rusak.
Desa Kromasan Kecamatan Ngunut dengan 41 rumah rusak.
Dan Desa Purworejo Kecamatan Ngunut dengan 29 rumah rusak.
Kerusakan yang terjadi bervariasi.
Mulai dari genteng yang jatuh hingga atap rumah hancur dan tembok retak.
“Paling parah di Desa Tambakrejo, ada salah satu rumah yang tertimpa pohon Mahoni dan membuat atap rumah hancur dan tembok juga retak,” ujar Gilang.
BPBD Tulungagung telah melakukan asasemen terhadap kejadian yang terjadi.
Gilang menyebut akan mengajukan bantuan berupa 3.000 genteng dan 200 asbes dengan segala jenis.
Sementara untuk rumah yang rusak, diusulkan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk dibantu pembenahannya.
“Hari sabtu kemarin (rumah yang rusak, red) sudah dicek oleh Wakil Bupati Tulungagung. Sudah ada usulan ke Dinas Perkim untuk dibantu,” katanya.
Sedangkan selain hujan deras dan angin kencang, Gilang membeberkan juga ada laporan terkait dengan banjir ancar di beberapa desa.
Itu mulai Desa Besole, Sawo dan Ngentrong Kecamatan Campurdarat.
“Kalau banjir ancar disebabkan oleh intensitas cukup tinggi dari siang hingga sore hari. Juga ada laporan yang masuk Balaidesa dan di Puskesmas,” katanya.
“Tetapi untungnya tidak sampai sehari banjir sudah surut,” sambung Gilang.
Gilang menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap musim yang berjalan.
Karena menurut BMKG, intensitas hujan pada bulan Maret hingga April akan berada dalam kategori menengah sampai tinggi.
“Masyarakat harus tetap waspada, termasuk saat lebaran nanti karena masyarakat akan sering beraktivitas diluar rumah,” tutupnya.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri