RADAR TULUNGAGUNG – Suasana hangat menyelimuti Balai Desa Kesambi, Kecamatan Bandung, Tulungagung pada Selasa (30/4/2025).
Bupati Tulungagung hadir secara langsung untuk menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penyaluran BLT ini mencakup alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yakni April, Mei, dan Juni 2025.
Baca Juga: Bupati Tulungagung Serahkan BLT di Desa Campurdarat, Kades: Pemilihan KPM Secara Transparan
Kepala Desa Kesambi, Kecamatan Bandung, Tulungagung Suyanto, menyampaikan bahwa kunjungan Bupati ini merupakan inisiatif dari pemkab, bukan semata undangan dari desa.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Bupati Tulungagung terhadap Desa Kesambi. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Penyaluran BLT DD ini bukan dilakukan secara sembarangan. Proses seleksi KPM dilaksanakan melalui musyawarah desa (musdes) yang melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat dari dua dusun yang ada di Kesambi.
Baca Juga: 9.752 KPM di Tulungagung Terima BLT per Mei, Berikut Rincian Nominalnya
“Setiap tiga bulan sekali, para penerima diundang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas,” jelas Suyanto.
Selain penyerahan BLT, kegiatan sosial lain turut mewarnai agenda Bupati, yakni pemberian santunan kepada 15 anak yatim dari Desa Kesambi.
Meski tidak dilangsungkan di balai desa, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap generasi penerus yang membutuhkan uluran tangan pemerintah desa.
Namun, Suyanto mengungkapkan bahwa tidak ada peresmian proyek infrastruktur dalam kunjungan kali ini.
“Tahun ini, proyek pembangunan kami masih berskala kecil. Dana desa 20 persen juga belum dapat direalisasikan sepenuhnya karena menunggu arahan lebih lanjut dari kementerian,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Kepala Desa dua periode ini berharap kunjungan Bupati dapat menjadi pintu pembuka bagi pendampingan yang lebih intens terhadap program-program pembangunan di Kesambi.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari kabupaten, melalui program pendanaan lainnya. Pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri tanpa sinergi yang kuat,” tegas pria berusia 61 tahun tersebut. ****
Editor : Dharaka R. Perdana