TULUNGAGUNG- Pernah nggak sih kamu bayangin, kalau suatu saat Tulungagung dijadiin film layar lebar?
Tulungagung yang terkenal dengan marmer dan lodho ayamnya ini, ternyata punya potensi jadi latar film multi-genre yang nggak kalah seru sama Hollywood.
Mulai dari drama keluarga sampai horor yang bikin merinding, semua bisa diangkat dari keseharian warga Tulungagung. Yuk, kita bayangin bareng-bareng!
- Drama Keluarga: “Tangis dan Tawa di Tengah Sawah”
Genre: Drama keluarga pedesaan
Bayangkan suasana pagi yang sejuk, suara burung dan gemericik air irigasi. Seorang bapak sedang menanam padi, sementara anak-anaknya berebut sinyal di pematang sawah.
Konflik dimulai saat si sulung ingin jadi YouTuber, tapi bapaknya ingin dia meneruskan usaha tani. Ibu jadi penengah, sambil nguleg sambel di dapur bambu.
Plot twist-nya? Ternyata si sulung diam-diam bikin channel vlog bertani yang akhirnya viral, dan seluruh keluarga jadi bintang tamu di acara TV nasional.
Penonton dijamin ketawa, nangis, terus lapar karena lihat adegan makan nasi jagung pakai ikan asin.
Baca Juga: Gundik, Tenung, Gowok Uncut, Berikut Daftar Film yang Tayang di Bioskop Tulungagung
- Action: “Kejar-kejaran di Boyolangu”
Genre: Aksi laga lokal
Kalau kamu pernah lewat jalan Boyolangu pas sore hari, pasti tahu betapa menegangkannya suasana. Nah, gimana kalau dijadiin film action? Bayangin, dua jagoan lokal—satu tukang tambal ban, satu tukang odong-odong—terjebak dalam misi menyelamatkan kambing warga yang diculik geng motor.
Kejar-kejaran pakai motor Supra lawan Vespa tua, sambil lompat trotoar dan nyelip di antara gerobak cilok, bikin deg-degan! Ada juga adegan saling lempar sandal jepit yang bisa ngalahin lemparan ninja. Jangan lupa, soundtrack-nya dangdut koplo biar makin greget!
Baca Juga: Nuansa Liburan, Jumbo Masih Bertengger Jadi Film yang Masih Tayang di Bioskop Tulungagung
- Horor: “Hantu Pabrik Marmer”
Genre: Horor lokal yang bikin merinding
Dulu bekas pabrik marmer di pinggiran kota itu ramai, tapi sekarang sunyi dan terlantar. Katanya, malam-malam suka ada suara mesin marmer menyala sendiri. Padahal, listriknya udah dicabut sejak 2003.
Sekelompok anak SMA nekat bikin konten “uji nyali” di sana. Awalnya biasa aja, tapi lama-lama mereka nemuin potongan batu yang bisa berubah bentuk... dan bisik-bisik gaib yang minta "dipoles kembali." Ending-nya? Penonton bakal mikir dua kali sebelum lewat situ malam-malam.
Baca Juga: Tips Nonton Film di Bioskop Tulungagung Buat Kaum Hemat
- Bonus Genre: Romantis di Alun-alun
Kalau yang ini sih cocok buat genre romantis remaja. Dua anak muda ketemu tiap minggu di Alun-alun Tulungagung, tapi malu-malu karena selalu ditemani adik atau keponakan masing-masing.
Ceritanya sederhana, tapi manis dan relatable banget. Apalagi pas adegan beli es tebu bareng, duh... bikin baper!
Siapa bilang cuma kota besar yang bisa jadi setting film? Tulungagung punya semuanya: alam yang indah, warga yang unik, dan cerita-cerita yang bisa bikin ketawa, nangis, bahkan merinding.
Jadi kalau suatu hari ada produser yang mau bikin "Tulungagung: The Movie", kita semua siap beli tiketnya!
Mau nambahin ide genrenya? Siapa tahu kamu kepikiran bikin film komedi tentang macetnya pasar Wage, atau thriller politik di kantor desa. Pokoknya, Tulungagung penuh cerita yang layak tayang di layar lebar! (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah