TULUNGAGUNG– Anggota komisi A DPRD Kabupaten Tulungagung yang juga membidangi pendidikan, Asmungi mengaku, prihatin atas aksi siswa SD yang berjoget dan menyawer biduan saat acara perpisahan di Tulungagung.
Peristiwa itu dianggap mencoreng dunia pendidikan dasar di Tulungagung. "Sangat memprihatinkan. Apa yang terjadi di SDN 1 Kenayan bukan sekadar hiburan, tapi simbol kelengahan dalam mendidik akhlak anak," ujar Asmungi, Senin (23/6).
Menurut pria yang juga politisi Golkar Tulungagung ini, lembaga pendidikan tidak hanya bertanggung jawab di dalam kelas formal semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam menyiapkan anak didik menjadi pribadi yang baik ketika berada di tengah masyarakat.
"Sekolah tidak cukup hanya mengajar di ruang kelas. Pendidikan karakter dan akhlak harus berjalan beriringan dengan pembelajaran akademik," tegasnya politisi Golkar ini.
Asmungi menilai bahwa sekolah tetap harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Meski pihak sekolah mengaku tidak terlibat dalam acara yang digelar oleh orang tua siswa, namun identitas sekolah tetap melekat dalam kegiatan itu.
"Kalau sampai siswa berseragam sekolah bisa melakukan hal seperti itu, berarti pendidikan akhlaknya belum berhasil. Ini harus jadi tamparan bagi semua pihak," tegasnya.
Dia mengingatkan, pendidikan akhlak tidak boleh dipandang sebelah mata. Akhlak, menurutnya, bahkan lebih utama dibandingkan ilmu pengetahuan semata.
"Tidak ada artinya kalau seseorang punya ilmu tinggi, gelar banyak, tapi akhlaknya buruk. Justru itu bisa menghinakan dirinya sendiri," katanya.
Asmungi mengajak semua pihak, mulai dari sekolah, guru, hingga orang tua, untuk bersama-sama lebih serius dalam membina akhlak generasi muda.
Dia berharap kejadian ini menjadi evaluasi menyeluruh demi terciptanya sistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga unggul secara moral.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video berdurasi 59 detik menunjukkan siswa SDN 1 Kenayan, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, sedang nyawer dan berjoget bersama seorang biduan.
Aksi itu terjadi dalam acara tasyakuran dan perpisahan siswa kelas 6 yang beredar luas di media sosial serta menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Kepala SDN 1 Kenayan, Admim Kholisina menyatakan, acara dalam video tersebut bukan bagian dari kegiatan resmi sekolah.
"Dari pihak sekolah hanya menggelar pelepasan siswa kelas 6 secara sederhana. Hanya ada paduan suara dan simbolis pelepasan balon. Tidak ada hiburan electone maupun tampilan lain," terangnya, Kamis (19/6). (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah