Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Gaya Hidup Tradisional di Tulungagung, Warisan Budaya yang Masih Terjaga

Zahrotul Afkarina • Selasa, 15 Juli 2025 | 19:00 WIB
Tulungagung, sebuah kabupaten di Jawa Timur, tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan batu marmernya, tetapi juga dengan gaya hidup tradisional masyarakatnya yang masih lestari hingga kini.
Tulungagung, sebuah kabupaten di Jawa Timur, tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan batu marmernya, tetapi juga dengan gaya hidup tradisional masyarakatnya yang masih lestari hingga kini.

TULUNGAGUNG- Sebuah kabupaten di Jawa Timur, Kabupaten Tulungagung, tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan batu marmernya, tetapi juga dengan gaya hidup tradisional masyarakatnya yang masih lestari hingga kini.

Di tengah modernisasi yang terus berkembang, sebagian besar masyarakat Tulungagung tetap menjaga kearifan lokal dan budaya leluhur sebagai bagian dari identitas mereka.

Artikel ini akan mengulas bagaimana gaya hidup tradisional di Tulungagung membentuk karakter masyarakat serta menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya.

Kehidupan Agraris yang Masih Kuat, Sebagian besar masyarakat Tulungagung masih menjalani gaya hidup agraris. Bertani dan beternak menjadi mata pencaharian utama di desa-desa, terutama di wilayah seperti Campurdarat, Ngunut, dan Kalidawir.

Mereka memegang teguh nilai-nilai kerja keras, gotong royong, dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tradisi panen bersama atau "slametan panen" masih dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah.

Tradisi Gotong Royong yang Hidup di Tengah Masyarakat. Gaya hidup tradisional di Tulungagung sangat erat dengan nilai gotong royong.

Mulai dari membangun rumah, menggelar hajatan, hingga memperbaiki jalan desa, masyarakat saling membantu tanpa pamrih. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial yang mulai luntur di kota-kota besar.

Kesenian Tradisional yang Tetap Eksis. Tulungagung juga memiliki kekayaan seni budaya yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakatnya. Kesenian seperti Reog Kendang, Wayang Kulit, hingga Jaranan masih sering dipentaskan dalam acara-acara adat maupun perayaan desa.

Bagi masyarakat Tulungagung, kesenian bukan sekadar hiburan, melainkan juga media spiritual dan simbol penghormatan terhadap leluhur.

Pola Hidup Sederhana dan Dekat dengan Alam.

Gaya hidup tradisional masyarakat Tulungagung cenderung sederhana. Mereka lebih memilih makanan lokal seperti pecel Tulungagung, lodho ayam, dan ikan wader goreng yang diolah secara tradisional tanpa bahan pengawet.

Di beberapa daerah, rumah-rumah masih menggunakan material alami seperti kayu dan bambu. Bahkan, penggunaan jamu tradisional untuk menjaga kesehatan juga masih populer, terutama di kalangan orang tua.

Nilai Spiritual yang Mengakar, Masyarakat Tulungagung dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak dari mereka yang masih mempraktikkan tradisi ziarah ke makam leluhur, seperti Makam Ki Ageng Karanglo atau tokoh-tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

Seperti inilah Gaya hidup tradisional di Tulungagung. Di tengah arus globalisasi, masyarakat setempat tetap mempertahankan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap alam serta leluhur. Menjaga gaya hidup tradisional bukan berarti menolak kemajuan, tetapi tentang menjaga keseimbangan antara masa lalu dan masa depan.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#warga sekitar #tradisional #gaya hidup #warisan budaya #Tuluangung