Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gaya Investasi Ala Bocah Tulungagung Nabung Celengan Kaleng di Era Digital

Yoga Dany Damara • Senin, 28 Juli 2025 | 13:00 WIB
Di kampung seperti Tulungagung, celengan kaleng bukan sekadar wadah uang, tapi juga wadah mimpi dan pelajaran hidup.
Di kampung seperti Tulungagung, celengan kaleng bukan sekadar wadah uang, tapi juga wadah mimpi dan pelajaran hidup.

TULUNGAGUNG - Di tengah gempuran dompet digital, QR code, dan saldo e-wallet, masih ada anak-anak di Tulungagung masih setia pada satu metode klasik celengan kaleng.

Celengan kaleng yang biasanya dihiasi tokoh kartun atau gambar masjid ini bukan sekadar tempat menyimpan uang jajan, tapi juga lambang kecil dari harapan dan disiplin finansial versi bocah kampung, termasuk para bocah di Tulungagung.

Kebiasaan ini sederhana tapi penuh makna. Anak-anak di Tulungagung menyisihkan uang receh dari jajan sekolah, lalu memasukkannya ke celengan kaleng yang sering disimpan di lemari, bawah bantal, atau bahkan digantung di paku belakang pintu.

Menariknya, banyak dari mereka yang lupa sudah menabung berapa, bahkan lupa isi dan letaknya sampai suatu hari celengan itu dibuka, penuh kejutan bisa cukup buat beli mainan idaman, sepatu baru, atau bahkan ditabung lagi di bank.

Tradisi ini diwariskan turun-temurun. Orang tua tak banyak bicara soal investasi, tapi memberi contoh nyata soal menabung: "Jangan langsung habis, sisakan seratus buat celengan," begitu kata-kata yang akrab di telinga anak-anak desa.

Tanpa sadar, mereka sedang belajar tentang prioritas, kesabaran, dan nilai uang sejak dini.

Celengan kaleng mungkin tampak kuno di era fintech, tapi justru di sanalah letak keistimewaannya.

Jadi simbol pendidikan keuangan yang membumi tak butuh sinyal internet atau verifikasi OTP, cukup tekad dan konsistensi.

Dan saat kaleng itu akhirnya dibuka dengan palu atau gunting seng, suara gemerincing receh yang tumpah jadi selebrasi kecil yang tak kalah bahagianya dari notifikasi transfer masuk.

Di kampung seperti Tulungagung, celengan kaleng bukan sekadar wadah uang, melainkan juga wadah mimpi dan pelajaran hidup.

Sebuah investasi sederhana yang mengajarkan bahwa menabung, sekecil apa pun, selalu bernilai. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #nabung #kaleng #celengan