Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sederet Pantangan yang Dilarang Dilakukan saat Gerhana Bulan, Masyarakat Tulungagung Masih Mempercayainya?

Sandy Sri Yuwana • Senin, 8 September 2025 | 04:03 WIB

 

Ilustrasi seorang raksasa menelan bulan yang dari mitos masyarakat penyebab gerhana.
Ilustrasi seorang raksasa menelan bulan yang dari mitos masyarakat penyebab gerhana.

RADAR TULUNGAGUNG – Malam ini, Minggu (7/9), langit Tulungagung akan dihiasi oleh fenomena alam langka yang menyuguhkan atraksi dan pertunjukan asli dari alam semesta yaitu gerhana bulan total atau yang dikenal juga sebagai “blood moon”.

Gerhana bulan total diperkirakan berlangsung mulai pukul 22.28 WIB dan mencapai puncaknya sekitar pukul 01.11 WIB, Senin (8/9) dini hari.

Baca Juga: Langit Tulungagung Bakal Berawan Malam Ini, Masyarakat Tetap Berkesempatan Melihat Gerhana Bulan Total?

Meski penjelasan ilmiah sudah banyak diketahui masyarakat, namun warisan budaya tetap tumbuh dimasyarakat Jawa, tidak terkecuali di Tulungagung.

Sebagian warga Tulungagung juga masih menjaga tradisi dan mitos Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Sarat Beragam Makna Spiritual dan Mitos, Bagaimana dengan Daerahmu?

Mitosnya, dalam kepercayaan masyarakat Jawa, gerhana bulan diyakini terjadi karena Batara Kala yang merupakan sosok makhluk raksasa, sedang kelaparan dan ingin menelan bulan.

Kemudian karena dirasa tidak mampu untuk menelannya, akhirnya Batara Kala memuntahkannya kembali bulan yang sudah sempat ditelannya.

Baca Juga: Hukumnya Sunnah Muakkad, Berikut Tata Cara Sholat dan Doa saat Gerhana Bulan Total pada 7 September Mendatang

Untuk mengusir raksasa tersebut agar tidak menelan bulan, masyarakat Jawa khusudnta Tulungagung pada jaman dahulu biasa membunyikan alat-alat rumah tangga seperti lesung dan kentongan.

Tak hanya itu, masyarakat Jawa termasuk Tulungagung pada jaman dahulu juga memiliki tradisi larangan ketika terjadinya gerhana bulan.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Pada 7 September 2025 Bisa Disaksikan dari Rumah,Simak Apa Saja yang Perlu Disiapkan

Salah satunya mitos tentang sejumlah pantangan bagi ibu hamil. Pada kepercayaan masyarakat Jawa, pantangan bagi ibu hamil tersebut di antaranya tidak keluar rumah saat gerhana, mengoleskan abu dapur ke perut, hingga bersembunyi di bawah tempat tidur agar janin tidak terkena pengaruh buruk. 

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), gerhana bulan total kali ini dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #blood moon #gerhana bulan total