Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kemarau Tiba, Orang Tulungagung Konon Lebih Pilih Suka Tidur di Lesehan daripada Kursi Sofa, Benarkah Demikian?

Yoga Dany Damara • Rabu, 24 September 2025 | 05:55 WIB

Lesehan di Tulungagung bukan sekadar soal tempat tidur atau duduk, tapi juga soal gaya hidup dan budaya kebersamaan.
Lesehan di Tulungagung bukan sekadar soal tempat tidur atau duduk, tapi juga soal gaya hidup dan budaya kebersamaan.

RADAR TULUNGAGUNG - Di banyak rumah di Tulungagung, ada pemandangan yang terasa akrab saat melongok ruang tamu atau ruang keluarga.

Ternyata setiap ruang tamu di Tulungagung yang tidak hanya berisi kursi sofa, tapi juga karpet, tikar pandan, atau kasur tipis yang digelar di lantai.

Alih-alih selalu duduk atau rebahan di sofa empuk, banyak orang justru lebih memilih lesehan di lantai. Bahkan, tidak jarang orang Tulungagung merasa tidur di lantai lebih nyaman daripada di tempat tidur besar.

Baca Juga: Pernah Membuat Fake Skenario Sebelum Tidur? Ini Penjelasan Psikologis dan Alasan Mengapa Hal Itu Wajar

Lalu, kenapa fenomena ini masih kuat bertahan sampai sekarang?

1. Suasana Adem dan Nyaman

Udara Tulungagung, terutama saat musim kemarau, bisa terasa panas menyengat. Tidur atau rebahan di lantai yang dingin memberi sensasi adem alami tanpa perlu kipas angin berputar kencang. Tikar pandan atau karpet tipis jadi penyelamat untuk membuatnya tetap nyaman.

Baca Juga: Tidur Siang Bukan Monopoli Anak Kecil, Wajib Dicoba Orang Dewasa di Sela Sibuk Kerja

2. Lebih Akrab Saat Kumpul Keluarga

Budaya Jawa, termasuk di Tulungagung, sangat lekat dengan kebersamaan. Duduk dan tidur lesehan membuat semua orang sejajar, tanpa batasan tinggi rendah kursi.

Kalau ada acara keluarga, mulai dari makan bersama sampai ngobrol ngalor-ngidul, rasanya lebih hangat ketika lesehan.

Baca Juga: Tubuh Terasa Lelah Setelah Bangun Tidur? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Praktis dan Fleksibel

Tidak semua rumah menyediakan ruang luas untuk sofa besar. Lesehan jadi pilihan praktis karena cukup gelar tikar atau kasur tipis, sudah bisa dipakai banyak orang.

Kalau sudah selesai, tinggal dilipat dan dibereskan. Praktis, sederhana, tapi tetap fungsional.

4. Tradisi yang Sudah Terbiasa

Sejak dulu, masyarakat pedesaan di Tulungagung terbiasa hidup sederhana. Duduk di tikar, tidur di amben kayu, atau rebahan di lantai rumah joglo adalah hal yang biasa.

Kebiasaan itu menurun ke generasi berikutnya, bahkan ketika sofa modern sudah hadir.

5. Ada Sensasi “Lebih Pulen”

Beberapa orang percaya tidur di lantai bisa bikin badan lebih segar saat bangun. Ada yang bilang tulang punggung terasa lebih lurus, badan jadi enteng, dan tidur lebih nyenyak. Walau mungkin ini soal selera, tapi banyak yang merasakan manfaatnya.

Lesehan di Tulungagung bukan sekadar soal tempat tidur atau duduk, tapi juga soal gaya hidup dan budaya kebersamaan.

Meski sofa modern terus menghiasi rumah-rumah, tikar pandan dan kasur tipis di lantai sepertinya tetap tak tergantikan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #lesehan #tidur #ruang tamu