RADAR TULUNGAGUNG - Di banyak rumah di Tulungagung, ada pemandangan yang terasa akrab saat melongok ruang tamu atau ruang keluarga.
Ternyata setiap ruang tamu di Tulungagung yang tidak hanya berisi kursi sofa, tapi juga karpet, tikar pandan, atau kasur tipis yang digelar di lantai.
Alih-alih selalu duduk atau rebahan di sofa empuk, banyak orang justru lebih memilih lesehan di lantai. Bahkan, tidak jarang orang Tulungagung merasa tidur di lantai lebih nyaman daripada di tempat tidur besar.
Lalu, kenapa fenomena ini masih kuat bertahan sampai sekarang?
1. Suasana Adem dan Nyaman
Udara Tulungagung, terutama saat musim kemarau, bisa terasa panas menyengat. Tidur atau rebahan di lantai yang dingin memberi sensasi adem alami tanpa perlu kipas angin berputar kencang. Tikar pandan atau karpet tipis jadi penyelamat untuk membuatnya tetap nyaman.
Baca Juga: Tidur Siang Bukan Monopoli Anak Kecil, Wajib Dicoba Orang Dewasa di Sela Sibuk Kerja
2. Lebih Akrab Saat Kumpul Keluarga
Budaya Jawa, termasuk di Tulungagung, sangat lekat dengan kebersamaan. Duduk dan tidur lesehan membuat semua orang sejajar, tanpa batasan tinggi rendah kursi.
Kalau ada acara keluarga, mulai dari makan bersama sampai ngobrol ngalor-ngidul, rasanya lebih hangat ketika lesehan.
Baca Juga: Tubuh Terasa Lelah Setelah Bangun Tidur? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
3. Praktis dan Fleksibel
Tidak semua rumah menyediakan ruang luas untuk sofa besar. Lesehan jadi pilihan praktis karena cukup gelar tikar atau kasur tipis, sudah bisa dipakai banyak orang.
Kalau sudah selesai, tinggal dilipat dan dibereskan. Praktis, sederhana, tapi tetap fungsional.
4. Tradisi yang Sudah Terbiasa
Sejak dulu, masyarakat pedesaan di Tulungagung terbiasa hidup sederhana. Duduk di tikar, tidur di amben kayu, atau rebahan di lantai rumah joglo adalah hal yang biasa.
Kebiasaan itu menurun ke generasi berikutnya, bahkan ketika sofa modern sudah hadir.
5. Ada Sensasi “Lebih Pulen”
Beberapa orang percaya tidur di lantai bisa bikin badan lebih segar saat bangun. Ada yang bilang tulang punggung terasa lebih lurus, badan jadi enteng, dan tidur lebih nyenyak. Walau mungkin ini soal selera, tapi banyak yang merasakan manfaatnya.
Lesehan di Tulungagung bukan sekadar soal tempat tidur atau duduk, tapi juga soal gaya hidup dan budaya kebersamaan.
Meski sofa modern terus menghiasi rumah-rumah, tikar pandan dan kasur tipis di lantai sepertinya tetap tak tergantikan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana