RADAR TULUNGAGUNG – Warga Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung digemparkan dengan penemuan seorang pria paro bayameninggal dunia di samping rumahnya, Selasa (21/10) pagi.
Korban diketahui bernama P, 58, warga setempat yang sehari-hari tinggal seorang diri dan tidak ada yang menemani
Baca Juga: Sakit Lambung Kumat, Warga Tulungagung Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah Sendiri
Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi melalui Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut.
Menurut dia, kejadian bermula sekitar pukul 05.30 ketika tetangga P usai memberi pakan ayam di kandang miliknya, melihat pintu samping rumah korban terbuka dan lampu rumah masih menyala.
Baca Juga: Dua Motor Adu Banteng di Campurdarat Tulungagung, Empat Pengendara Mengalami Luka-luka
"Karena curiga, saksi mendekat dan menemukan korban sudah tergeletak di samping rumah dalam posisi telentang,” terang Ipda Nanang.
Sontak, saksi berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Tak lama kemudian, Kepala Desa Wajak Kidul datang ke lokasi dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Boyolangu.
Petugas Polsek Boyolangu bersama tim medis dari Puskesmas setempat dan Tim Inafis Polres Tulungagung segera melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, diketahui korban hidup sendiri, sudah lama ditinggal istri dan tidak memiliki anak.
Baca Juga: Tabrak Sepeda Motor, Sebuah Mobil Mini SUV Masuk Parit di Tulungagung
"Korban juga memiliki riwayat penyakit jantung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Ipda Nanang.
Ia menambahkan, dugaan sementara korban meninggal dunia karena penyakit jantung yang dideritanya kambuh saat berada di rumah.
“Dari hasil pemeriksaan tidak ada indikasi kekerasan. Diduga korban meninggal akibat penyakit jantung yang sudah lama diderita,” ujarnya.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan berjalan aman dan kondusif. ****
Editor : Dharaka R. Perdana