TULUNGAGUNG – Musda XI DPD Partai Golkar Tulungagung telah rampung digelar pada Rabu (29/10) malam. Hasilnya, Jairi Irawan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung periode 2025-2030, menyusul hanya ada satu calon yang maju dalam kontestasi tersebut.
Terkait proses pemilihan yang berjalan mulus tanpa persaingan, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Ali Mufthi, membenarkan bahwa hal itu merupakan konsekuensi logis.
Dia juga mengamini pertanyaan mengenai proses pemilihan yang dilakukan melalui aklamasi karena calon tunggal. Dia menekankan agar Golkar segera berbenah diri dan fokus pada aspirasi masyarakat.
"Golkar harus berbenah. Suara rakyat, suara Golkar. Untuk mencintai negeri ini mencintai rakyatnya," ucapnya.
Musda di Tulungagung ini merupakan agenda konsolidasi ke-27 yang digelar Golkar di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Disinggung soal dinamika internal yang sempat mengemuka, Ali menampik isu konflik yang melanda partai. Dia menganggap hal tersebut hanya sebatas dinamika biasa.
"Nggak ada konflik. Ya dinamika aja. Biasa kan partai politik ada dinamika," ujarnya.
Dia juga menargetkan rancangan kepengurusan baru Golkar Tulungagung harus sudah rampung dibentuk dalam waktu 30 hari ke depan terhitung sejak Kamis (30/10) pagi.
Usai resmi terpilih, Jairi Irawan mengungkapkan fokus utama langkah ke depan DPD Partai Golkar Tulungagung.
Dia menyebut bahwa hal tersebut sesuai dengan arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD Jawa Timur, yakni merangkul generasi muda, khususnya generasi Z dan generasi alfa.
"Langkah selanjutnya yang pasti perintah DPP dan perintah DPD Jatim kita adalah menggandeng gen-Z dan gen alfa untuk memperkuat Partai Golkar di basis massa yang rata-rata hari ini adalah generasi Z dan alfa di bawah," jelas Jairi.
Pihaknya berencana melakukan rekrutmen terbuka untuk kepengurusan baru dan tidak menutup diri bagi siapapun warga Tulungagung yang ingin bergabung.
"Jadi kami akan mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung yang nantinya ingin menjadi pengurus Partai Golkar Kabupaten Tulungagung dengan senang hati kami terbuka untuk menjadi pengurus," tandasnya.
Baca Juga: Kuota Haji 2026 Tak Berubah, Jawa Timur Terbanyak, Sulawesi Utara Paling Sedikit
Laki-laki yang juga menjabat sebagai wakil ketua komisi E DPRD Provinsi Jatim ini menegaskan bahwa DPD Golkar Tulungagung akan lebih didominasi oleh wajah-wajah muda.
Lalu, salah satu syarat dalam pembentukan pengurus baru adalah keharusan setidaknya 50 persen dari total pengurus berusia di bawah 40 tahun. Strategi ini dipilih karena ia melihat potensi besar dari kelompok usia muda.
"Gen-Z dan gen alpha ini kurang lebih 27 persen. 5 tahun lagi sudah siap menjadi Calon pemilih yang potensial," paparnya.
Meskipun fokus pada generasi muda, Jairi memastikan bahwa mereka tidak akan meninggalkan generasi lama.
Bahkan, dia juga mengungkapkan keinginannya untuk melibatkan mantan ketua, Asmungi Zaini, di dalam kepengurusan yang dia pimpin.
"Insya Allah semua tidak ada yang kita tinggalkan, kita gandeng semua. Bahkan Pak Kiai (Asmungi Zaini) pun tetap akan kita masukkan," akunya.
Tapi, Jairi belum dapat merinci rencana ini. Sebab, pembentukan kepengurusan maaih harus dibahas lebih lanjut di internal DPD dengan membahas banyak hal. Termasuk menilik latar belakang masing-masing calon pengurus.
"Kita belum tahu nanti. Karena yang pasti beliau (Asmungi Zaini) punya tugas untuk mengawal inspirasi kita yang ada di DPRD Tulungagung," pungkasnya. ****
Editor : Aditya Yuda Setya Putra