RADAR TULUNGAGUNG – Kebijakan pemerintah pusat terkait program magang bergaji yang berjalan sejak 7 Oktober lalu disambut baik Pemkab Tulungagung.
Meski begitu, program ini diprediksi belum dapat menyerap pencari kerja (pencaker) di Tulungagung yang jumlahnya mencapai ribuan.
Di sisi lain, program ini diproyeksikan jadi peluang besar bagi angkatan kerja di Tulungagung, terutama bagi lulusan baru atau fresh graduate, untuk mendapat pengalaman kerja.
Plt Kepala Disnakertrans Tulungagung, Arif Effendi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiasi dari pemerintah pusat tersebut.
"Sikap dari kami di Disnakertrans Kabupaten Tulungagung terkait dengan program magangnya pusat, kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada pemerintah pusat."
Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa program magang ini diyakini akan menarik minat banyak pencari kerja di wilayahnya.
"Karena dengan adanya program magang ini, angkatan kerja yang di Kabupaten Tulungagung ini akan berupaya sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya untuk mengikuti program magang ini," ujarnya.
Meskipun menyadari adanya kemungkinan keterbatasan kuota, dia menyoroti informasi dari kementerian terkait potensi penambahan porsi.
"Walaupun program magang ini juga mungkin nanti jumlahnya terbatas, tetapi melihat dari informasi Kementerian, termasuk dari Kementerian Keuangan, apabila nanti dilihat potensi kedepan atau animonya besar, porsinya akan ditambah lagi," akunya.
Baca Juga: Karyawan Gaji di Bawah Rp10 Juta Bebas Pajak, Pemerintah Perluas Insentif PPh 21, Ini Syaratnya
Dia juga berharap program magang ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan dari pemerintah, tetapi juga sebagai wadah pengembangan karir, terutama bagi mereka yang baru lulus dari bangku perkuliahan.
"Jadi mudah-mudahan program magang ini di samping sebagai bantuan dari pemerintah pusat kepada warga masyarakat Indonesia," jelasnya.
Arif juga menyebut adanya harapan agar kesempatan magang tersebut bisa berlanjut menjadi pegawai tetap.
Disinggung mengenai jumlah perusahaan di Tulungagung yang berpotensi menerima peserta magang, dia mengaku belum memiliki data pasti.
"Untuk jumlah di Kabupaten Tulungagung kami belum tahu pasti karena memang sampai dengan sekarang dari informasi dari pusat belum kami terima. Nanti mungkin langkah ke depannya kami akan berkoordinasi baik ke provinsi maupun kementerian," terangnya.
Berdasarkan data Disnakertrans, jumlah pencari kerja di Kabupaten Tulungagung hingga akhir September mencapai sebanyak 1.342 orang laki-laki dan orang 1.602 perempuan.
Jumlah ini didasarkan pada warga yang mengurus Kartu Kuning di dinas. Arif juga memperkirakan bahwa peserta program magang ini akan fokus pada fresh graduate dengan batasan maksimal satu tahun dari kelulusan, yang mana angkanya bisa saja di luar data pencari kerja yang tercatat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana