Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Beragam Peristiwa Berseliweran di Tulungagung Selama 2025, Semua Tersimpan dalam Memori Pikiran dan Ruang Sunyi

Yoga Dany Damara • Kamis, 1 Januari 2026 | 05:50 WIB

Akhir tahun memang tidak selalu butuh panggung.Bagi sebagian orang di Tulungagung, ia cukup menjadi penutup yang tenang. Disimpan di dalam, dipeluk sebentar, lalu dilepas perlahan tanpa suara
Akhir tahun memang tidak selalu butuh panggung.Bagi sebagian orang di Tulungagung, ia cukup menjadi penutup yang tenang. Disimpan di dalam, dipeluk sebentar, lalu dilepas perlahan tanpa suara

RADAR TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, akhir tahun tidak selalu terdengar. Ia tidak selalu muncul dalam kembang api, hitung mundur, atau foto-foto yang dipajang terbuka.

Pada banyak orang, akhir tahun justru disimpan rapi di dalam kepala, di dada, di sudut-sudut sunyi yang tidak perlu dijelaskan kepada siapa pun.

Baca Juga: Tulungagung Mengajarkan Bagi Warganya untuk Bertahan Sampai Akhir Tahun, Itu Saja Sudah Hebat?

Mereka tetap menjalani hari seperti biasa.Pergi bekerja, menutup warung sedikit lebih awal, menyapu halaman sebelum magrib, atau duduk di teras sambil menunggu udara malam mendingin. Tidak ada penanda khusus bahwa kalender hampir habis, selain rasa lelah yang datang pelan.

Baca Juga: Warga Tulungagung Memilih Menutup 2025 dengan Cara Sederhana, Maukah Mengulang Kesuksesan atau Menyesali Kegagalan?

Orang-orang ini tidak sedang menolak perayaan.Mereka hanya memilih cara lain untuk menutup tahun dengan diam.

Dengan mengingat secukupnya, tanpa harus mengulang cerita yang mungkin masih berat untuk dibagikan.

Ada kegagalan yang belum ingin dibicarakan. Ada kehilangan yang belum menemukan kata. Ada harapan yang sengaja ditahan agar tidak patah terlalu cepat.

Baca Juga: Tulungagung di Akhir 2025, Ketika Warung Lebih Setia dari pada Kembang Api, Apakah Kamu Memperhatikannya?

Di Tulungagung, hal seperti ini diterima tanpa pertanyaan.Kota tidak memaksa warganya untuk terlihat bahagia.

Tidak juga menuntut semua orang menuliskan resolusi atau membuat rangkuman pencapaian. Di sini, menyimpan akhir tahun di dalam diri bukan tanda kalah melainkan cara bertahan.

Beberapa orang memilih memandangi jalan yang mulai sepi. Beberapa lainnya menyiapkan minum hangat, lalu tidur lebih awal.

Mereka tahu, besok masih ada pagi. Masih ada hari biasa yang harus dijalani. Dan itu sudah cukup.

Akhir tahun memang tidak selalu butuh panggung.Bagi sebagian orang di Tulungagung, ia cukup menjadi penutup yang tenang.

Disimpan di dalam, dipeluk sebentar, lalu dilepas perlahan tanpa suara, tanpa sorak, tanpa kewajiban untuk terlihat kuat. Dan mungkin, justru dengan cara itulah, mereka benar-benar selamat sampai ke ujung tahun. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #perayaan #akhir tahun