RADAR TULUNGAGUNG – Keluhan masyarakat terkait rusaknya infrastruktur jalan di wilayah kota Tulungagung akhirnya mendapat respons.
Sejumlah titik yang selama ini dikeluhkan pengendara mulai diperbaiki.
Salah satunya ruas Jalan MT Haryono di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, tepatnya dari perempatan Masjid Al Muslimun hingga Perempatan Bis Nggoling.
Pantauan di lapangan, alat berat dan pekerja sudah mulai melakukan pembenahan di beberapa bagian jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang cukup dalam.
Kondisi tersebut selama ini menjadi momok bagi pengendara, terutama roda dua.
Sugeng, warga sekitar, mengaku prihatin dengan kondisi jalan sebelum diperbaiki.
Menurutnya, lubang-lubang yang menganga kerap menyebabkan ban pecah hingga pengendara terjatuh.
“Kasihan masyarakat yang lewat. Sebelum diperbaiki, sering sekali ada kejadian ban pecah karena menghantam lubang. Itu sering terjadi,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, kemarin.
Ruas tersebut memang tergolong padat kendaraan.
Selain menjadi jalur penghubung antarkawasan di dalam kota, arus lalu lintas meningkat signifikan pada jam berangkat dan pulang kerja maupun sekolah.
Mandri, warga lainnya, menyambut baik langkah perbaikan tersebut.
Dia berharap kondisi jalan yang lebih layak bisa memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
“Syukur alhamdulillah, dengan adanya perbaikan ini, warga yang lewat menjadi aman dan selamat. Setidaknya bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Meski demikian, Mandri memberi catatan penting. Dia menyoroti kualitas ketahanan jalan yang dinilai kerap tidak bertahan lama.
Beberapa titik yang sebelumnya sudah diperbaiki, menurutnya, kembali rusak dalam waktu relatif singkat.
“Beberapa titik yang sudah diperbaiki sebenarnya ada yang rusak lagi. Karena kualitas jalannya dan kendaraan bermuatan berat lewat sini, jadinya amblas,” pungkasnya.
Warga berharap perbaikan kali ini tidak sekadar tambal sulam, melainkan dilakukan dengan kualitas konstruksi yang lebih baik.
Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar juga dinilai penting agar umur aspal lebih panjang dan tidak cepat rusak kembali.
Dengan dimulainya pengerjaan ini, masyarakat menaruh harapan besar agar persoalan jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan benar-benar teratasi.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga bisa berjalan lebih lancar dan aman. (mg3/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri